Oleh: Heldi Syukriadi
(Jama'ah Haji 1440 H, Embarkasi Banda Aceh)
Kabar gembira untuk para jama'ah haji tahun 1440 H. Mulai tahun ini telah dibuka destinasi kunjungan yang baru dikembangkang pemerintah Arab Saudi bernama Museum Sahabat Nabi atau As-Haabee Exhibition.
Awalnya, saya bertemu salah seorang teman dari kloter yang berbeda dan mengajak untuk berkunjung ke museum tersebut. Namun, kami sama-sama belum mengetahui lokasinya. Karena masih baru, beberapa petugas haji yang kami tanyai juga belum mengetahui keberadaan museum tersebut.
Akhirnya, kami mendapatkan informasi dari salah seorang mukmin asal Aceh, no contact pemandu museum khusus untuk jama'ah Indonesia, Ustaz Hamdani namanya. Ternyata lokasi museum sangat dekat dengan halaman Masjidil Haram, tepatnya di depan Dar Al Tawhid, atau di samping Jabal Omar Hilton suite.
Untuk mendapatkan fasilitas pemandu, kami disarankan untuk berkunjung bersama rombongan dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui beliau, dengan memberikan data nama travel/kloter, jumlah pengunjung, waktu kunjungan dan nama pembimbing.
Jam operasional museum dimulai ba'da salat Subuh sampai jam 11 siang, kemudian buka kembali ba'da salat Ashar sampai jam 22.00 malam waktu Arab Saudi.
Khusus jama'ah haji Indonesia dan Malaysia tahun ini, bebas tiket masuk. Biasanya 10 rial untuk rombongan dan 15 rial individual.
Kami bulatkan tekad untuk berkunjung hari itu juga. Karena ingin mendapatkan fasilitas pemandu, kami mengajak beberapa jama'ah lain untuk bergabung, dan terkumpullah 15 orang.
Setelah melakukan konfirmasi, kami berangkat dari Syisyah (sektor 2) ba'da Ashar, dan turun di terminal Shib Amir, menyusuri kawasan Masjidil Haram yang baru (King Abdullah expantion) dan langsung tembus ke Darul Tawhid.
30 menit sangat berkesan
Terdiri dari 10 ruangan, museum ini didesain dengan interior yang menarik. Ada bagian ruangan yang diterangi lampu penerangan, ada pula yang hanya diterangi lampu temaram, sehingga memberikan sensasi yang berbeda, serta dukungan tampilan audio visual.
Memiliki alur cerita yang berbeda dan saling terkait, dimulai dengan memperkenalkan sahabat yang pertama menerima Islam di antaranya, Siti Khatijah ra., Saidina Ali bin Abi Talib ra., serta Abubakar As Siddiq ra. Tidak luput pula syahidah pertama Sumayyah binti Khayyat.
Sahabat Abubakar As Siddiq, sepertinya mendapat ruang yang cukup spesial, terdapat sebuah ruang audiovisual khusus yang menceritakan biografi dan pengorbanannya dalam mendampingi dakwah Nabi SAW.
Juga kisah perang Uhud, yang ditampilkan dengan film layar super lebar layaknya bioskop.
Selain cerita perjuangan sahabat Nabi, di museum ini pengunjung juga bisa melihat berbagai gambar menarik. Mulai dari kondisi kota Makkah dan Masjidil Haram tempo dulu, tempat tidur Nabi, foto Gua Tsur, replika rumah para sahabat di Madinah hingga rute hijrah yang ditempuh Nabi dan diakhiri dengan masa-masa perpisahan dengan Rasulullah SAW.
Menjelang waktu Magrib kami keluar dari museum dengan mata yang berkaca-kaca. Terbayang bagaimana pengorbanan darah dan air mata para sahabat menegakkan kalimat tauhid.
Maka siapakah yang akan melanjutkan risalah dakwah Rasulullah SAW?[]






