LHOKSEUMAWE – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,90 persen pada September 2022. Kota Meulaboh dan Kota Banda Aceh juga terjadi inflasi masing-masing sebesar 0,49 persen dan 0,78 persen. Secara agregat, Aceh mengalami inflasi sebesar 0,77 persen, dan Nasional mencapai 1,17 persen.

BPS dalam rilisnya, Senin, 3 Oktober 2022, menjelaskan inflasi di Lhokseumawe terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks kelompok pengeluaran. Yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,15 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,30 persen; kelompok transportasi 8,70 persen; kelompok pendidikan 0,03 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,91 persen.

Beberapa komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap inflasi di Lhokseumawe, di antaranya bensin sebesar 0,55 persen, beras 0,25 persen, angkutan antarkota 0,12 persen, ketupat/lontong sayur 0,07 persen, udang basah 0,05 persen, sewa rumah 0,05 persen, angkutan dalam kota 0,04 persen, minyak goreng 0,04 persen, solar 0,04 persen, dan telur ayam ras 0,03 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender September 2022 (Januari-September) 2022 untuk Kota Lhokseumawe sebesar 4,15 persen, Kota Meulaboh 5,98 persen, dan Kota Banda Aceh 5,73 persen. Untuk Provinsi Aceh sebesar 5,32 persen dan Nasional 4,84 persen.

Inflasi year on year (September 2022 terhadap September 2021) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 6,10 persen, Kota Meulaboh 8,02 persen, dan Kota Banda Aceh 7,85 persen. Untuk Provinsi Aceh sebesar 7,38 persen dan Nasional 5,95 persen.

Menurut BPS, dari 90 kota di Indonesia yang dipantau harganya pada September 2022, 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Bukittinggi sebesar 1,87 persen, dan terendah di kota Merauke 0,07 persen. Deflasi tertinggi terjadi di kota Manokwari sebesar 0,64 persen, terendah di kota Timika sebesar 0,59 persen.

Dari 24 kota di Pulau Sumatra yang dipantau harganya pada September 2022, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Bukittinggi sebesar 1,87 persen, terendah di kota Sibolga 0,33 persen.[](ril)