ACEH BARAT – Ekskombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Nurdin, S.Sos., alias Din Raja Rimba, mengaku namanya sering dicatut oleh orang tidak bertanggung jawab untuk memeras sejumlah pejabat pemerintahan di Aceh Barat.

Din mengatakan, saat ini sudah tujuh orang melapor kepadanya mengenai dugaan pemerasan yang mencatut namanya. Para korban mengaku ditelepon orang yang mengaku bawahan Din Raja Rimba.

Pelaku meminta uang jutaan rupiah dari sejumlah pejabat dengan modus mengaku bawahan Din Raja Rimba, yang sedang memerlukan uang untuk kegiatan syukuran/kenduri anak yatim. Pelaku terkadang meminta pulsa jika orang yang ditelepon tidak berkenan memberi sejumlah uang.

“Itu penipuan! Saya tidak pernah menyuruh oknum tertentu untuk meminta uang dengan alasan apapun. Ini adalah upaya memperburuk citra saya,” tegas Din dijumpai portalsatu.com/ di kediamannya, Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu, 19 Agustus 2018, sore.

Din merasa kurang nyaman dengan ulah oknum yang saat ini belum diketahui identitasnya itu. Menurutnya, sejak masih memangku senapan masa konflik Aceh dahulu, dirinya tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab seperti itu.

Din menyebutkan, kepala salah satu instansi di Aceh Barat turut menjadi korban pemerasan tersebut. Selain itu, kepala bagian, dan sejumlah keuchik.

Menurut Din, aksi pemerasan dengan mencatut namanya bukan hanya kali ini terjadi. Tahun 2017 lalu, hal serupa menimpa salah seorang sopir angkutan Pertamina. Pelaku mengaku bawahan Din meminta uang Rp5 juta dari korban untuk biaya pengobatan rekannya yang tertembak.

“Saat ini belum terlacak siapa orang yang sering memakai nama saya untuk melakukan pemerasan itu. Yang bersangkutan sering melakukan aksinya melalui telepon dengan nomor berganti-ganti. Modusnya tetap sama, mengaku bawahan saya, lalu meminta uang, dengan berbagai alasan, seperti untuk kenduri anak yatim atau kerabatnya sedang dalam musibah,” kata Din.

Din mengimbau, siapapun yang ditelepon orang tidak dikenal mengaku bawahannya, lalu meminta sejumlah uang atau pulsa, segera melapor kepadanya. Salah satu nomor telepon digunakan pelaku mencatut nama Din Raja Rimba dan melakukan pemerasan yakni 082161291266.[]