Contact person cukup banyak digunakan dalam surat atau selebaran. Kata dari bahasa Inggris tersebut merujuk pada orang yang bertugas sebagai penghubung dan penyedia informasi untuk pihak luar, biasanya dalam kegiatan seminar, konferensi, dan sebagainya.

Dilihat dari maknanya, tujuan pencantuman contact person tersebut untuk memudahkan orang lain mendapatkan informasi seputar kegiatan yang dicantumkan dalam surat undangan atau selebaran itu.

Karena terlalu banyak penggunaan contact person dalam berbagai surat undangan dan selebaran, banyak orang kemudian latah menganggapnya sebagai bagian dari kata bahasa Indonesia. Akibatnya, dalam berbagai kesempatan, baik lisan maupun tulisan, kata ini lebih cenderung digunakan.

Sebenarnya, contact person yang merupakan kosakata bahasa Inggris itu ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Hanya saja padanan tersebut kalah populer dengan contact person.

Padanan yang saya maksud adalah narahubung. Seperti halnya contact person yang terdiri dari dua kata, narahubung juga demikian. Bedanya adalah dalam hal penulisan saja. Bila contact person ditulis terpisah, narahubung haruslah ditulis serangkai sebab nara merupakan bentuk terikat.

Dilihat dari sumber bahasanya, nara merupakan kata yang diserap dari bahasa Sanskerta dan bermakna ‘manusia/orang’. Maka, jika kata ini dirangkai dengan hubung, maknanya menjadi ‘orang yang dapat dihubungi’.

Bila narahubung merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia, untuk apa lagi menggunakan contact person. Mari beralih ke narahubung.[]