NEW YORK — Dengan capaian margin lebih tinggi, belakangan ini pasar modal India mengungguli Cina. Selama lima tahun belakangan, indeks saham iShares S&P India 50 naik 45,87 persen atau tumbuh hampir dua kali dibanding indeks ETF Cina.

Hal ini bisa jadi mengejutkan. Sebab Cina adalah emerging market terbesar dunia yang mengalahkan India di berbagai sisi ekonomi India, termasuk di sisi daya saing global dimana Cina berada di peringkat 27 dan India di peringkat 40.

Selain itu, Cina juga melakukan berbagai hal ke arah yang benar. Sehingga Cina bahkan dianggap jadi contoh bagi India.

Sayangnya, India mengalahkan Cina pada aspek yang amat penting bagi investasi emerging market, pengembangan pasar modal. Untuk aspek ini, India berada di peringkat 42 dan Cina di peringkat 48. Hal itu pun sudah dua tahun terjadi, demikian dilansir Forbes, Ahad (22/10).

Pengembangan pasar modal merupakan pilar ke delapan dalam indeks daya saing global. Di dalamnya mencakup beberapa hal lain termasuk bagusnya aspek keuangan negara seperti kredit domestik untuk swasta, pembiayaan UKM, penerbitan surat utang korporasi, pembiayaan melalui pasar modal, kapitalisasi pasar perusahaan terbuka, perbankan yang sehat, tingkat kredit bermasalah perbankan, dan regulasi pasar modal.

Pengembangan pasar keuangan merupakan hal penting karena beberapa alasan. Salah satunya adalah, kurangnya pengembangan pasar keuangan membuka peluang pertumbuhan kredit tidak terkendali yang memicu bubbles dan krisis keuangan.

Kasus semacam ini sudah ada di Cina. Dalam laporan Bank forInternationalSettlements (BIS), pertumbuhan rasio kredit terhadap PDB Cina melesat menjadi 30,1 atau tiga kali dari batas 10 yang mengindikasikan bakal terjadinya krisis keuangan. Kekhawatiran itu yang membuat S&P Global menurunkan peringkat kredit Cina.

Di sisi lain, sistem keuangan sekaligus juga jadi kelemahan emerging market, sektor dimana krisis bermula sekaligus alasan bagi pasar modal untuk tumbuh atau lesu. Faktanya, campur tangan pemerintah yang terlalu jauhlah yang menghambat pertumbuhan pasar modal Cina. Hal itu bisa memburuk bila potensi krisis yang menggelembung akhirnya pecah.[]Sumber:republika