SIGLI – Lebih 1.000 peserta tenaga pendamping desa untuk Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, hingga kini belum jelas nasibnya. Padahal, mereka sudah ikut seleksi awal November 2015.
Sejumlah peserta tenaga pendamping mempertanyakan perihal hasil seleksi mereka yang belum diumumkan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya selaku panitia.
“Kami sangat berharap pengumuman hasil seleksi segera dikeluarkan seperti daerah lainnya yang saat ini para pendamping lulus sudah ikut pelatihan pembekalan di Banda Aceh,” ujar Muhammad A, salah seorang peserta calon pendamping Pidie Jaya kepada portalsatu.com, Sabtu 9 Januari 2016.
Semestinya, lanjut Muhammad, saat ini sudah ada tenaga pendamping desa mengingat program dari dana desa sudah memasuki tahun ke dua sejak digulirkan 2015 lalu. Namun, kenyataannya pengumuman hasil seleksi saja belum jelas ke luar.
“Kami dapat informasi dari BPM kabupaten, pengumuman dikeluarkan oleh pusat, tapi kalau wewenang pusat kenapa hasil seleksi tidak diumukan serentak,” katanya didampingi peserta lainnya, Mus, dan Iskandar.
Sementara Kepala BPM Kabupaten Pidie, Zulfikar Yakob, Sabtu, 9 Januari 2016 mengatakan, pihaknya juga belum tahu penyebab hingga tertundanya pengumuman tenaga pendamping di Pidie dan beberapa kabupaten lainnya.
Karena, menurut dia, semua itu wewenang Kementerian Desa di pusat, bukan pihaknya yang sengaja mengulur-ulur waktu. “Banyak juga peserta yang menanyakan sama kami, tapi semua itu wewenang pusat,” jelas Zulfikar Yakob. Kata dia, bukan Pidie saja yang belum ke luar pengumuman, Aceh Utara juga belum.[]

