BANDA ACEH – Anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Jamil mengingatkan masyarakat agar mengubah paradigma bencana dari tanggap darurat ke mitigasi.

“Kalau selama ini kita hanya disibukkan dengan urusan tanggap darurat saat terjadi bencana, mulai saat ini harus kita ubah ke penyiapan diri melalui berbagai upaya untuk penguatan kemampuan menghadapi bencana. Ya, dengan cara itulah kita bisa wujudkan Aceh teuga dan tangguh bencana,” kata Nasir Jamil, yang menjadi keynote speaker pada Diskusi Publik Pengurangan Risiko Bencana yang dilaksanakan Forum PRB Aceh di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh di Banda Aceh, Senin, 25 Desember 2017.

Ketika membuka Diskusi Publik bertema; Mengenali Potensi Bencana dan Mengurangi Risikonya tersebut, Nasir yang duduk di Komisi Hukum DPR RI mengingatkan tentang pentingnya penyiapan diri pada masa pra-bencana. Dalam masa pra-bencana, kata Nasir banyak yang bisa kita lakukan  terkait mitigasi. 

“Saya akan ajak kawan-kawan Forbes DPR dan DPD RI untuk bersama-sama mencarikan format yang tepat bagaimana kita mengedukasi masyarakat agar mereka selalu siap dan tangguh menghadapi bencana,” kata Nasir Jamil.

Diskusi publik tersebut diikuti oleh geuchik dan tokoh perempuan dari 20 desa dalam wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. 

Selain Nasir Jamil, narasumber lain juga ikut mengisi kegiatan tersebut seperti Kalak BPBA diwakili Kasi Kesiapsiagaan Mukhsin Syafi’i ST MT, Ketua Dewan Pakar Forum PRB Aceh Dr Taqwaddin SH SE MS, dan Kepala DPMG Aceh Prof Dr Ir Amhar Abubakar MSc.[]