CALANG — Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh Nasir Zalba mengatakan, di masa Orde Baru sistem politik negara ini menganut sistem otoriter. Sementara saat ini sistem perpolitikan di Indonesia sudah sangat bebas.
Hal itu disampaikan Nasir dalam kegiatan Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Etika dan Budaya dalam Berpolitik yang dibuat Badan Kesbangpol Aceh Jaya pada Kamis, 28 September 2017. Kegiatan ini dihadiri 60 peserta dari kalangan partai politik, irmas, tokoh masyarakat, dan aparatur Pemkab Aceh Jaya.
“Kita bisa melihat bagaimana masyarakat bisa mengkritik pemerintah, dan bila kita lihat demokrasi yang diartikan oleh masyarakat luas telah menyampingkan kaedah dan etika berpolitik secara santun,” ujarnya.
Walaupun demokrasi memberi kesempatan untuk bersikap bebas kata Nasir, namun hendaknya tidak kebablasan dan perlu menjaga etika dan budaya dalam berpolitk. Ia juga menilai sosialisasi politik di masyarakat masih sangat rendah, karena masyarakat masih disibukkan dengan urusan ekonomi.
Narasumber lain Dr. Mahdi Syahbandir mengatakan, budaya politik bisa bermacam-macam. Ada yang disebut budaya politik parokial, yaitu budaya politik yang ada di masyarakat tradisional dan sangat sederhana serta tingkat partisipasi politiknya rendah.
“Selanjutnya ada juga yang disebut budaya Ppolitik kaula yang merupakan budaya politik dengan masyarakat yang relatif maju, baik sosial maupun ekonomi namun masih relatif pasif dan cenderung menerima putusan sebagai sesuatu yang tidak dapat dikoreksi, serta menyadari sepenuhnya bahwa otoritas ada di pemerintah.”
Sekdakab Aceh Jaya Mustafa saat membuka kegiatan ini berharap masyarakat dapat memahami politik secara beretika dan berbudaya, sehingga tidak dimonopoli oleh segelintir elite politik.
Ia juga mengingatkan, tantangan berat di zaman ini adalah bagaimana menjalankan politik untuk mendukung roda pemerintah khususnya di Aceh Jaya.
“Saya mengharapkan dan mengajak para perserta dan seluruh elemen politik serta masyarakat bersama-sama Pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya dan stakeholder lainnya untuk ikut serta dalam pembangunan, memajukan ekonomi masyarakat Aceh Jaya serta menjaga keamanan secara kondusif khususnya menghadapai pemilu serentak tahun 2019,” katanya.
Acara ini juga menghadirkan pengamat politik Aceh Aryos Nivada sebagai pemateri.


