Karya Taufik Sentana*

Apakah ini sandi?
atau kata mujarab yang baru,
setelah sekian banyak kata
yang kita serap
untuk ketidak-berdayaan diri sendiri.

Apa ini sama dengan “berdamai dan berdansa” diantara timbunan perkara negara yang menggoncang akal sehat?

Fase yang kita lewati ini
hanya mengisah kekerdilan diri
dari balik rekayasa dan konspirasi
atau siklus alamiah tentang siapa yang terkuat? Dan siapapun tak akan sampai pada siapa yang Terkuat  selama masih melihat ke diri sendiri.

Mungkin New Normal tadi hanyalah pengecualian adaptasi kita 
untuk melanjutkan hidup
yang lebih dari 
sekadar industri, persaingan dan perang.[]

*Banyak menulis pusi dan esai sosial.