TAKENGON – Realisasi Pendapatan Asli Daerah Aceh Tengah tahun ini relatif masih rendah. Ada objek PAD yang realisasinya minim, tapi ada pula sudah melampaui target. Tentu saja yang melampaui target itu menjadi contoh. Apa rahasianya?

Biasanya rapat yang dipimpin oleh kepala daerah dilaksanakan tidak jauh dari kantor atau kediaman sang pimpinan. Belum lagi kesan rapat pasti suasananya formal diselingi ketegangan. Akan tetapi, tidak kali ini dalam rapat membahas realisasi Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, langsung mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) dan mengumpulkan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) pengelola PAD, Senin, 30 Juli 2018.

Tiba di lokasi ketika memasuki waktu Zuhur, Shabela dan pejabat peserta rapat melaksanakan shalat berjamaah terlebih dahulu.

“Realisasi PAD masih 43,14 persen dari total target Rp183 miliar. Capaian ini relatif masih rendah, sementara waktu sudah akan memasuki bulan Agustus,” ungkap Kepala BPKK Aceh Tengah, Zulkarnain membuka rapat.

Menurut Zulkarnain, ada objek PAD yang realisasinya sudah melampaui target, dan ada yang masih perlu tindak lanjut lebih serius.

Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Karimansyah, langsung bereaksi mendengar laporan realisasi objek pajak masih rendah, termasuk mendapati ada target PAD yang tidak realistis.

“Setiap hari hotel penuh, bahkan akhir pekan lalu ada tamu yang tidak kebagian hotel harus menginap di masjid, tapi kenapa realisasi pajak hotel masih rendah dan target tahunannya pun hanya Rp.635 juta setahun. Jelas ini tidak realistis?” Pertanyaan sedikit menggelitik dari Sekda ini disambut senyam senyum dari sejumlah pejabat yang hadir.

Menurut Sekda Karimansyah, harus ada sistem yang lebih baik agar pungutan pajak dapat bekerja optimal. Pejabat karier tertinggi di daerah ini lantas menunjuk Camat Kute Panang untuk menjelaskan mengapa bisa mencapai target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 100 persen, bahkan sebelum Agustus.

“Ini halal kan Pak Camat? Bukan dari dana desa kan? Coba bagi kiat-kiatnya biar Camat yang lain bisa mengikuti,” kata Karimansyah, lagi-lagi disambut tawa pejabat yang hadir.

Nggak ada kiat khusus Pak. Cuma saya sering ajak ngopi kepala kampung aja. Bahkan kalau ada warga yang belum bayar pajak, kita sengaja datangi dan bertamu. Jadi, ngopi-nya di rumah warga itu Pak,” jelas Camat Kute Panang, Arisa Putra.

“Nah, dengar itu Pak Camat yang lain. Harus sering-sering ajak warganya ngopi, ya,” timpal Sekda disambut tawa ringan dari pejabat yang hadir.

Merespons realisasi yang masih relatif rendah, Bupati Shabela tidak marah, tapi tegas untuk mengajak SKPK penghasil PAD agar bekerja lebih serius.

“Saya pernah menjabat Kepala Dispenda, pernah Kepala Dinas Keuangan. Jadi, tahu betul masalahnya. Jangan sampai setoran PAD ini diputar-putar dulu,” ucap Shabela.

Shabela mengingatkan keberhasilan SKPK mencapai target realisasi PAD juga bagian utama dari kinerja Kepala SKPK.

Di akhir rapat, para Kepala SKPK sepakat harus ada perubahan signifikan dalam evaluasi PAD berikutnya yang akan digelar dua bulan mendatang.

Rapat berdurasi sama seperti satu kali pertandingan sepakbola ini pun berakhir dengan makan siang bersama yang sudah dipersiapkan ibu-ibu Dharma Wanita di Dinas BPKK Aceh Tengah.[](rel)