SUBULUSSALAM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh belum mengeluarkan surat resmi terkait translokasi gajah menggunakan helikopter milik pangkalan udara Medan, Sumatera Utara, seperti yang disampaikan penggiat lingkungan asal Republik Ceko, Zbynek Hrabek.
Kepala BKSDA Aceh, Aji Sapto Prabowo kepada portalsatu.com/, Selasa, 2 Oktober 2018 mengatakan, rencana evakuasi gajah menggunakan helikopter oleh dua lembaga Eropa Green Life dan Blue Life akan segera dibahas bersama beberapa pihak terkait di Banda Aceh, Rabu, 3 Oktober/besok.
“Rencana dari mereka itu baru mau kita bahas besok di Banda Aceh,” kata Aji Sapto Prabowo.
Menurutnya, ada banyak hal teknis yang harus didiskusikan secara bersama terkait evakuasi gajah menggunakan helikopter. Terutama menyangkut keselamatan dan keamanan gajah, termasuk pelepasan bagaimana dan hal-hal lainnya.
Aji Sapto Prabowo mengaku belum berkomunikasi langsung dengan penggiat lingkungan asal Republik Ceko, Zbynek Hrabek, yang menawarkan opsi evakuasi gajah menggunakan helikopter. Namun ia telah mendapat kabar terkait rencana tersebut melalui Yayasan Save Aceh Nature.
Sebelumnya, Zbynek Hrabek mengatakan dua kawanan gajah yang saat ini tersesat di wilayah perkebunan masyarakat Kota Subulussalam dapat dievakuasi menggunakan helikopter milik militer pangkalan udara Medan.
Binyik panggilan Zbynek Hrabek di Indonesia menyebutkan, pihak pangkalan udara telah menyatakan kesediaannya terkait rencana translokasi gajah jika ada surat resmi dari BKSDA Aceh.
Opsi evakuasi gajah yang sampaikan NGO ini juga mendapat respons positif dan dukungan dari masyarakat Kota Subulussalam, mengingat banyak kebun masyarakat seperti tanaman kelapa sawit, padi dan lainnya rusak diamuk hewan dilindungi itu.[]



