Suatu ketika saat pulang dari mall, putri saya nyelutuk, “Ayah belilah rumah kita yang besar dan bagus, adek malu sama kawan kita cuma tinggal di ruko”.
“Dek, sekarang ini kita cuma tinggal bertiga di rumah, padahal anak ayah ada 4. Kira-kira kalau kita beli rumah besar nanti bila umur panjang, ayah tinggal sama siapa?”
Sahabat!!!
Kita terkadang sering terbawa oleh keinginan. Sehingga harus memaksa diri mempunyai sesuatu. Bahkan terkadang di atas kemampuan kita. Kita terbawa oleh sesuatu karena ingin tampil.
Padahal sesungguhnya kita tidak butuh. Sesungguhnya bahkan bukan buat memenuhi standar hidup kita. Bukan pula demi meningkatkan taraf hidup kita. Cenderung demi memenuhi keinginan itu, kita harus mengorbankan banyak hal.
Banyak di antara kita, tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Padahal dua hal ini amatlah beda. Secara hakiki kita manusia, keinginan tidak punya batas standar. Sebaliknya kebutuhan punya standar. Berdasarkan pada keadaan, kemampuan, situasi dan tempat.
Dalam hidup maka rumusan kebutuhan rasional sifatnya. Sedangkan keinginan cenderung irrasional. Keinginan lebih pada pijakan angan-angan. Atau sebuah pencapaian yang nikmatnya cuma dalam hayalan.
Maka hidup dan punyailah sesuatu berdasarkan kebutuhan. Bukan keinginan, sebab pada akhirnya keinginan membebani dan memberat. Kebutuhan menyelesaikan masalah. Menentramkan.[]



