TAKENGON – Wakil Gubernur Aceh terpilih Nova Iriansyah mengapresiasi cara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah korupsi. Nova menilai selain luar biasa dalam memberantas korupsi, juga luar biasa dalam mencegahnya.

“Mencegah, melawan, dan menolak korupsi dengan puisi, Didong, kesenian, dan menolak korupsi lewat sebungkus kopi, ini adalah cara luar biasa KPK mencegah korupsi,” kata Nova Iriansyah saat dinobatkan membaca puisi “Anti Korupsi” pada Acara “Puisi dan Didong Jalu Menolak Korupsi” di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Sabtu, 13 Mei 2017.

Nova yang juga ketua DPD Partai Demokrat Aceh menilai, KPK memang lembaga yang luar biasa dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, sehingga patut diapresiasi dalam melakukan aksi pencegahannya.

“Cara luar biasa inilah yang membuat saya hadir di sini, memberi apresiasi kepada acara yang luar biasa, memberi apresiasi kepada KPK sebagai lembaga yang luar biasa,” ujar Nova Iriansyah.

Pada Malam Puisi dan Didong Menolak Korupsi, Nova membacakan dua puisi karya sendiri, “Untuk Negeri” dan “Di Rumahku Mati Lampu”.

Turut tampil pada acara tersebut penasihat Wadah Pegawai KPK Pusat Nanang Farid Syam, penyair asal Solo Sosiawan Leak, Penyair Fikar W Eda, dan penyair Salman Yoga.[]