BANDA ACEH – Nurdin Abdul Rahman, mantan Bupati Bireuen periode 2007-2012, yang juga salah satu anggota Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat merintis perdamaian di Helsinki, Finlandia, meninggal dunia di kediamannya Kompleks Meuligoe Cot Gapu, Bireuen, Senin, 8 Juni 2020, pukul 05.05 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh beserja jajaran Pemerintah Aceh menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya Nurdin Abdul Rahman. “Bapak Plt. Gubernur menyampaikan duka cita mendalam dan rasa kehilangan atas berpulangnya Bapak Nurdin Abdul Rahman,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, dalam keterangannya.
Semasa hidupnya, Nurdin Abdul Rahman, yang lahir 28 Desember 1948, dikenal sebagai sosok aktif dan sempat menjabat sejumlah posisi. Ketika Aceh masih dilanda konflik bersenjata, Nurdin adalah salah seorang tokoh GAM bermukim di Australia.
Nurdin juga terlibat dalam proses perundingan GAM-RI dengan menjadi salah satu anggota juru runding dari GAM yang kemudian membuahkan perdamaian pada Agustus 2005 atau dikenal sebagai MoU Helsinki.
Nurdin kemudian terpilih sebagai Bupati Bireuen hasil Pilkada 2007 dan memimpin kabupaten Bireuen bersama Wakil Bupati Busmadar Ismail sampai 2012. Nurdin juga aktif sebagai Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bireuen dan Kepala Kantor Urusan Internasional pada Universitas Al Muslim, Bireuen.[](rilis)


