BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala kembali akan mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mahasiswanya. KKN periode kali ini akan dilaksanakan di Aceh Timur. Namun terdapat banyak keluhan dalam pelaksanaan KKN periode kali ini, terutama persoalan biaya.
Biaya transportasi menuju ke lokasi KKN yang lumayan jauh tersebut ternyata tidak ditanggung kampus, sehingga banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dalam hal ongkos. Sebelumnya mahasiswa yang sedang mengambil KKN tersebut telah melakukan survei ke lokasi dan biaya transportasi tetap harus ditanggung dengan uang pribadi.
“Untuk survei awal ke lokasi KKN saja kami sudah habiskan uang hampir 1 juta setengah per kelompok. Nanti kalau mau berangkat lagi mungkin habis segitu lagi,” kata Redha, salah satu mahasiswa Unsyiah yang mengikuti KKN periode 11 ini, Selasa, 26 Juli 2016.
Hal tersebut juga dikatakan Al-Asyari. Mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah ini juga mengaku kesulitan akibat ongkos transportasi menuju lokasi KKN tak ditanggung oleh kampus. Menurut dia jarak perjalanan Banda Aceh ke Aceh Timur lumayan jauh dan membutuhkan biaya.
“Tidak ada biaya dari kampus cuma ada biaya program, kalau tidak salah cuma 750 ribu per kelompok,” katanya.
Menyikapi hal ini, Ketua BEM Unsyiah, Hasrizal kepada portalsatu.com meminta rektorat untuk memperhatikan hal tersebut. Menurut dia, biaya transportasi menuju desa KKN haruslah ditanggung pihak kampus. BEM pun sudah melakukan audiensi dengan pihak rektorat, tetapi belum ada hasil.
“Kami sudah melakukan audiensi tapi belum ada hasil. Kita harapkan biaya transportasi ditanggung rektorat karena jarak ke sana kan jauh,” ujarnya.
Tak hanya jarak yang jauh dan biaya yang mahal, KKN periode 11 ini juga dinilai berbahaya bagi mahasiswa. Pasalnya dengan jarak yang jauh tersebut ditakutkan banyak terjadi kecelakaan. Setidaknya sudah ada satu kecelakaan saat mahasiswa melakukan survei ke lokasi KKN pertengahan Juli lalu. Meski tak ada korban jiwa, tetapi kerugian akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah.[](bna)



