27.2 C
Banda Aceh
Sabtu, September 25, 2021

[OPINI] Menyediakan Fasilitas Orang Cacat di Kota Madani

Oleh: Khalida Zia
Lulusan Sosiologi Unsyiah, Sukarelawan di Griya Schizofren Aceh.

Saya pernah bertanya pada seorang teman berinisial A, penyandang disabilitas di Banda Aceh, apakah negara ini telah sejahtera? Dia menjawab tidak, karena saya seorang penyadang “disable” dan saya tidak pernah mendapat akses publik yang mendukung keberadaan saya sebagai kaum minoritas. Disabilitas atau ketidakmampuan (keterbatasan) individu dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari  disebabkan  adanya gangguan kesehatan.

Bicara soal disabilitas, maka persoalan paling mendasar yang dihadapi bangsa ini adalah mindset atau pola fikir para pengambil kebijakan yang tidak berprespektif disabilitas. Hal ini didukung oleh fakta bahwa masyarakat kita terpisahkan antara penyandang disabilitas dengan non-disabilitas. Kita telah terbiasa dengan pola masa lalu yang sering menempatkan para disabilitas sebagai orang yang lemah, sehingga memisahkan mereka ke panti-panti atau sekolah-sekolah khusus, yang menjauhkannya dari masyarakat normal pada umunya.

Padahal sudah seharusnya para disabilitas dan non-disabilitas di perlakukan sama sebagai satu kesatuan masyarakat. Agar para non-disabilitas belajar menjadi penolong untuk kaum disabilitas. Dan kaum disabilitas harus mampu belajar mandiri dengan hidup di lingkungan masyarakat normal. Namun karena tak ada interaksi yang baik di antara keduanya menyebabkan tak adanya simpati apalagi empati untuk para disabilitas.

Selain itu, kurangnya kpekaan tersebut ditambah dengan tak adanya inisiatif untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses pembangunan fasilitas publik. Tak adanya keterlibatan itu menyebabkan kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Para pengemban kebijakan publik sudah terbiasa dengan “Poyek Asal Jadi”

“Proyek Asal Jadi” kebanyakan kebijakan yang dibuat terutama untuk kepentingan rakyat dibuat hanya untuk pencapaian target, yang penting jadi tanpa mempertimbangkan kualitas yang dihasilkan. Fasilitas umum yang seyogyanya berorientasi pada kepuasan masyarakat sebagai pengguna, sering kali hanya menjadi ajang pelaksanaan proyek.

Ada dua penyebabnya, yaitu para pembuat memang tidak tahu bahwa apa yang mereka hasilkan itu tidak berdampak optimal untuk masyarakat, atau dapat juga mereka tidak ingin melaksanakannya sebagai bentuk pelayanan pada masyarakat. Bahkan jika ditelusuri lebih dalam ada anggapan bahwa menyediakan aksesibilitas pada fasilitas umum adalah pekerjaan ekstra yang tentunya memerlukan banyak biaya tambahan.

Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang dikembangkan oleh Badan Pembangunan-Perserikatan Bangsa-Bangsa mencakup tiga indikator utama yakni: pendidikan (education), kesehatan (health), dan ekonomi (economy).

Hal ini sangat beralasan karena memang ketiga faktor ini bukan hanya karena saling terkait dan mempengaruhi, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kualitas hidup manusia. Oleh sebab itu, rendahnya ketiga indikator tersebut, jelas akan menimbulkan masalah dalam masyarakat, dan juga saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Di Indonesia berkembang tiga permasalah pokok yaitu: kebodohan (igronarancy) akibat rendahnya pendidikan, b) berbagai macam penyakit (disease) akibat rendahnya derajat dan pelayanan kesehatan. Dan c) kemiskinan (proverty ) akibat rendahnya ekonomi. Ketiga hal itu saling mempengaruhi secara struktural.

Pendidikan (education)

Pemberdayaan masyarakat menjadi hal yang sering dilupakan. Padahal kualitas individu adalah gambaran yang seharusnya menjadi ukuran kesejahteran, bukan hanya infrastruktur yang bagus dan mewah.

Tidak semua penyandang disabilitas terlahir sebagai disabilitas, terkadang ada yang mengalaminya karena kecacatan yang didapat dalam proses kehidupan sehari-hari, karena kurangnya pengetahuan dan bahkan pengobatan yang tidak tuntas menyebabkan seseorang manyandang disabilitas.

Oleh karena itu pendidikan bertujuan untuk memerangi kebodohan, dan dapat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berusahan dan bekerja, sehingga dapat meningkatkan pendapatan (ekonomi). Selanjutnya dapat meningkatkan kemampuan mencegah penyakit, meningkatkan kemampuan untuk memelihara kesehatan dan mengubah persepsi tentang orang sakit.

Kesehatan (health)

Kesehatan bertujuan untuk memerangi penyakit sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan. Derajat kesehatan yang tinggi berpengaruh terhadap meningkatnya produktivitas. Selanjutnya produktivitas tinggi berarti ekonomi meningkat, dengan peningkatan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan akses pendidikan yang tinggi pula, yang berarti kebodohan menurun.

Akses Ekonomi

Persoalan lain yang dihadapi penyandang disabilitas adalah fakta bahwa pada umunya mereka berada dalam kondisi ekonomi lemah. Hal ini didukung oleh faktor bahwa akses pendidikan yang tak layak serta lapangan kerja yang masih sulit. Dampaknya adalah daya beli mereka menjadi lemah, termasuk kemampuan untuk membayar tarif transportasi yang nyaman, sehingga terpaksa memilih transportasi dengan tarif tinggi apabila ingin bepergian.

Di satu sisi fakta penyandang disabilitas pada umunya berada dalam kondisi miskin, di sisi lain, apabila mereka ingin produktif, maka harus ditunjang dengan bepergian ke luar rumah, dan hal itu terhalang dengan belum adanya transportasi bertarif murah yang aksesibel. Kondisi ini sangat tidak adil apabila dibandingkan dengan masyarakat lain yang tanpa disabilitas, yang bebas mengakses tranportasi umum.

Pada akhirnya hambatan tersebut makin membenamkan mereka pada jurang kemiskinan. Saat ingin mencoba untuk produktif, tapi sudah mengalami kesulitan dengan ongkos atau biaya transportasi yang besar. Oleh karena itu, keberadaan transportasi yang nyaman, aksesibel, dan murah mutlak dibutuhkan agar penyandang disabilitas dapat mengatasi masalah kemiskinannya.

Dalam upaya mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani sudah seharusnya pemerintah turut mempertimbangkan kebutuhan kaum disabilitas, sebagai satu kesatuan dengan masyarakat normal yang tidak di beda-bedakan. Upaya perbaikan aksesibilitas publik harus di awali dengan komitmen diantara para pembuat kebijakan untuk  melakukan pembentukan atau perubahan secara sistem.

Perubahan itu harus dilakukan secara bertahap melalui penyesuaian dalam  berbagai pertimbangan. Dimulai dengan inisiatif untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses pembangunan fasilitas publik. Selogan Nothing about us sudah harus diganti dengan without us ini harus dipakai sehingga adanya keterlibatan itu menyebabkan kebutuhan mereka terakomodasi dengan baik, pemerintah dan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Kota Madani merupakan sebuah kota yang memiliki prinsip peradaban secara baik dengan sistem yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Mewujudkan Kota Madani harus didukung oleh kesejahteraan masyarakat, termasuk penyadang disabilitas sehingga masyarakat hadir sebagai masyarakat madani.

Dalam berjalannya kebijakan pemerintah sebagai pengemban amanah perlu mendapatkan pengawasan dan masukkan yang intensif agar implementasi kebijakan tak melalaikan kebutuhan semua elemen masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas.

Salah satunya dengan membentuk  website yang berfungsi sebagai wadah masyarakat menyampaikan informasi mengenai fasilitas umum yang belum aksesibel, dan menjadi sarana apresiasi untuk fasilitas yang telah memenuhi asas aksesibilitas sehingga dapat dijadikan contoh untuk lainnya.

Tujuan akhir dari kota madani adalah menciptakan lingkungan fasilitas umum, termasuk transportasi publik yang nyaman untuk semua, tidak terkecuali penyandang disabilitas. Apabila standar yang digunakan adalah kenyamanan untuk penyandang disabilitas, maka sudah tentu akan lebih nyaman lagi untuk warga masyarakat lainnya.[]

Artikel ini telah disiarkan pada 2 Januari 2016.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Tuan Rumah Pra-PORA Sepak Bola

BLANGKEJEREN - Kabupaten Gayo Lues  akan menjadi tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Aceh (PORA) Cabang...

Palestina: Israel Haraus Tinggalkan Yerusalem Timur dalam 1 Tahun

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel menghancurkan prospek penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara  melalui permukiman di Tepi...

Saksikan Pacuan Kuda di Gayo Lues, Pengunjung Disuntik Vaksin, Dikasih Sembako

  BLANGKEJEREN - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Gayo Lues menggelar latihan bersama...

Putri Bimbim Slank Mezzaluna Siap Go Internasional Lewat Lagu ‘In Situ’

Putri Bimbim Slank, Mezzaluna D'Azzuri mengikuti jejak sang ayah terjun di industri musik Indonesia. Bukan sebagai drummer,...

Berikan Pemahaman kepada Masyarakat Pentingnya Vaksinasi Covid-19

SABANG – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., menitipkan pesan kepada para kepala Puskesmas...

Aceh Hari Ini: Siasat Kawat Palsu Pemuda Atjeh Sinbun Untuk KNIL

Para pemuda pejuang Aceh di redaksi surat kabar Atjeh Sinbun membuat kawat palsu atas...

SMUR Minta Pemkab Aceh Utara Cabut Izin HGU PT SA

LHOKSEUMAWE – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) bersama warga Kecamatan Simpang Keuramat, meminta Pemerintah...

Realisasi PAD Getah Pinus Gayo Lues Baru 14 Persen

BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues dari bagi hasil getah...

Kabid Humas Polda Aceh: Khana Darasa Naswa Hanya Alami Sikosomatik

BANDA ACEH – Khana Darasa Naswa (12) siswi SMK Negeri 1 Lkokseumawe yang tumbang...

Tim Polyrobocom PNL Ikuti Kontes Robot Indonesia 2021

LHOKSEUMAWE - Tim  Polyrobocom Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia (KRI)...

Ganti Rugi Lahan Jalan Tol di Padang Tiji Dinilai Bermasalah

BANDA ACEH - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten...

Orang Tua Siswi Korban Vaksin di Lhokseumawe akan Tempuh Jalur Hukum

LHOKSEUMAWE – Aji Usman (52) akan tetap menempuh jalur hukum, setelah Khana Darasa Naswa...

Ritual Pagi Hari Demi Kualitas Hidup

Pebisnis sekaligus penulis buku "The Miracle Morning", Hal Elrod, mengakui, bangun pada pagi hari...

Risiko Berat Mualaf Juan Berjuang Sembunyikan Islamnya

Juan Dovandi (19 tahun) masih terus berproses sebagai mualaf. Karena hingga saat ini dia...

Conor McGregor Bikin Onar dan Patah Kaki, Nasibnya Kini

Kabar terbaru disampaikan Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White. Hal ini soal nasib Conor...

Kemenag dan Dinas Dayah Persiapkan Hari Santri Nasional

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh...

Tak Layak Pakai, Delapan Ruang Belajar SMPN 1 Tanah Luas Direhab

LHOKSUKON – Delapan ruang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanah Luas,...

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Simpang Keuramat

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyerobotan lahan antara masyarakat...

Jika Bitcoin Jadi Sangat Sukses, Ini Prediksi Miliarder Ray Dalio

NEW YORK - Pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, Ray Dalio memprediksi...

Premier Oil Andaman Cari Cadangan Migas Baru di Aceh

BANDA ACEH – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKSK) Premier Oil Andaman mencari cadangan minyak...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat