ACEH BARAT – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Aceh Barat, Minggu, 5 Agustus 2018, menggelar aksi galang dana, untuk membantu korban bencana gempa yang melanda Lombok, Sumbawa, pekan lalu. Aksi dipusatkan di Simpang Kisaran, Kecamatan Johan Pahlawan.
“Pagi mulai jam 08.00 WIB sampai 12.00 WIB, digalang oleh Mujahidah sayap juang Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Aceh Barat. Jam 14.00 WIB sampai 18.00 WIB, digalang oleh FPI, Laskar Pembela Islam (LPI), Majelis Aneuk Beut Aceh Barat (MABAB), dibantu rekan dari Ikatan Santri Arongan Lambalek (ISAL), Front Santri Indonesia, dan Nyawong Nanggroe,” kata Kabid Pengkaderan DPW FPI Aceh Barat, Tgk. Ahmad Jalmadi, dikonfirnasi portalsatu.com/, Senin, 6 Agustus 2018, pagi.
Ahmad menyebutkan, jumlah dana yang terkumpul selama aksi galang dana Rp2.200.000. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, aksi kembali dilakukan hari ini. Mengingat, gempa bumi kembali mengguncang kawasan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, Minggu (kemarin).
“Kemungkinan akan kembali dilakukan hari ini. Namun kita belum dapat komando. Nanti, dana yang dihimpun dari masyarakat, kepada kita, akan disalurkan melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI,” ujar Ahmad.
Seperti diberitakan, gempa bumi kembali mengguncang kawasan Lombok Utara, NTB. Info awal disebutkan berkekuatan 6,8 Skala Richter. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut bermagnitudo 7 SR.
Sebelumnya, gempa tektonik 6,4 SR mengguncang Lombok, Sumbawa, dan Bali, Minggu, 29 Juli 2018, pukul 05.47 WIB.
Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, yang diteruskan Kepala Pelaksana BPBA, H.T. Ahmad Dadek, S.H., Senin pagi, hingga pukul 02.30 WIB, tercatat 82 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan akibat gempa Minggu/kemarin.
Daerah terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.[]



