Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaPA Tidak Akan...

PA Tidak Akan Tinggal Diam Jika Muzakkir Manaf Dikriminalisasi

BLANGKEJEREN – Penegasan itu disampaikan mantan Sekretaris DPW Partai Aceh wilayah Gayo Lues, Saniman alias Raja Prak, Rabu, 9 Oktober 2019. Menurutnya, seluruh mantan kombantan GAM sudah diberikan amnesty sebagai konsekuensi dari perdamaian GAM dengan Pemerintah Republik Indonesia. “Jadi, tidak boleh lagi diproses hukum oleh lembaga manapun,” tegasnya.

Saniman menjelaskan, ribuan masyarakat Aceh dibunuh saat konflik dulu, hingga kini pelaku belum pernah diadili. Padahal, dalam perjanjian damai Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki telah disepakati dibentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di Aceh untuk memberikan keadilan kepada keluarga korban pelanggaran HAM berat.

“Kami merasa kecewa kepada Pemerintah Republik Indonesia, hingga kini belum sepenuhnya memenuhi butir-butir kesepakatan damai. Namun demikian, kami semua serius dalam merawat perdamaian di Aceh,” jelasnya.

Ia meminta agar Komnas HAM meralat pernyataan pemanggilan Muzakir Manaf alias Mualem untuk menghindari konflik lagi. Sebab, Mualem adalah simbol perjuangan Aceh. “Siapapun jangan mencoba-coba mengkriminalisasi Mualem, sebab akan mengakibatkan terganggunya perdamaian yang telah dinikmati rakyat Aceh dan Pemerintah Indonesia,” tegas Raja Prak.

Ia juga  mengajak semua pihak untuk berpikiran jernih dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan, apalagi menyangkut dengan isu-isu yang sangat sensitif di Aceh.[win porang]

Baca juga: