MEULABOH – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Kabupaten Aceh Barat resmi mengusung pasangan Ramli MS dan Banta Puteh sebagai calon bupati dan wakil bupati Aceh Barat dalam Pilkada 2017 mendatang.
Pengumuman itu disampaikan dalam acara yang berlangsung di halaman kantor DPW PA Aceh Barat di Meulaboh, Kamis (11/2). Sebelumnya, sejumlah tim relawan dan simpatisan juga telah melakukan pertemuan di sebuah losmen di kawasan Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan.
Ketua Umum DPW PA Aceh Barat, Yusaini alias Abu Yus, kepada sejumlah wartawan mengatakan, ada beberapa alasan mengapa PA mengusung Ramli MS dan Banta Puteh. Salah satunya adalah karena permintaan masyarakat Aceh Barat.
Selain itu, alasan lainnya karena Ramli MS pernah memimpin Aceh Barat pada periode 2007-2012 lalu. Hal ini juga kita lakukan untuk melanjutkan program kerja Ramli MS yang sebelumnya pernah tertunda di periode pertama, kata Abu Yus.
Sementara Banta Puteh dianggap sudah berpengalaman dalam hal birokrasi pemerintahan mengingat yang bersangkutan sudah pernah menjabat sebagai Sekdakab Aceh Barat.
Karena itu pihaknya yakin pasangan Ramli-Banta Puteh akan mampu membuat Kabupaten Aceh Barat berjaya, dan akan mendapat dukungan besar dari masyarakat.
Keputusan PA Aceh Barat mengusung pasangan Ramli-Banta Puteh, menurut Abu Yus, juga bakal didukung oleh Dewan Pertimbangan Pusat Partai Aceh (DPP PA). Apa yang didukung PA di daerah akan mendapat restu dari pengurus pusat, termasuk dari Mualem dan Abu Razak serta pengurus lainnya, ungkap Abu Yus.
Sementara itu, calon Bupati Aceh Barat, Ramli MS, mengatakan, PA akan menjadi kendaraan tunggal baginya untuk bertarung dalam pesta demokrasi nanti.
Ia juga mengaku, berpasangan dengan Banta Puteh merupakan pilihannya sendiri setelah PA memberikan mandat penuh kepada dirinya untuk menentukan pasangannya sendiri.
Saya diberi mandat penuh, maka saya langsung pilih Banta, karena pengalamannya di pemerintahan. Saya yakin, dengan Banta, kami bisa membangun Aceh Barat, katanya.
Ajakan dari Ramli tersebut disambut oleh Banta Puteh. Kata Banta, ia menerima tawaran itu karena panggilan tugas untuk mengabdi kepada seluruh komponen masyarakat dan daerah. Kalau dulu saya mengabdi sebagai aparatur pemerintah, maka sekarang saya mengabdi sebagai pelayan masyarakat, katanya.[] Sumber: serambinews.com




