JANTHO – Petani Gampong Ie Alang Dayah, Kecamatan Kuta Cot Gle, Kabupaten Aceh Besar, melaksanakan panen besar perdana padi varietas IF8. Rata-rata petani dapat menghasilkan 12,3 ton dalam satu hektare, sedangkan padi biasa hanya sekitar enam ton saja untuk luas lahan yang sama.
Sebelum merayakan panen raya, petani setempat menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Setelah itu dilanjutkan dengan panen padi secara bersama.
Ketua Forum Komunikasi dan Silaturahmi Petani Desa Indonesia (Fokus Padi) Aceh Besar, Hasan Husen yang ikut merayakan panen raya, Kamis, 12 Maret 2020 mengatakan, petani binaannya sangat tertarik dengan bibit IF8 karena tahan dengan segala cuaca dan perawatannya mudah.
“Seperti kemarin, air tidak ada karena irigasi rusak, pupuk tidak ada, tapi Alhamdulillah tumbuhnya bagus dan hasilnya juga bagus. Padi varietas IF8 cocok dengan kondisi seperti itu, sehingga petani mau mengembangkannya,” jelas Hasan.
Menurut Hasan, meski bibit IF8 baru perdana ditanam, hasilnya sangat memuaskan dan tidak pernah dirasakan petani selama ini. Sehingga petani setempat sangat bersyukur atas panen besar perdana ini.
“Alhamdulillah sejak mengembangkan varietas IF8, petani mendapatkan hasil 12.3 ton perhektare dan hasil panen kali ini sangat memuaskan petani, dibanding dengan bibit padi biasa yang hanya enam ton perhektare,” tambahnya.
Keuchik Gampong Ie Alang Dayah, Tgk. Mansur dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung program pertanian di desanya. Sehingga atas dukungan berbagai pihak, petani dapat melaksanakan panen besar perdana ini. Ia berharap, pihak terkait bisa terus memberikan pendampingan kepada petani agar hasil pertanian bisa memuaskan di musim panen berikutnya.
Turut hadir dalam acara itu, Ketua Komisi I DPRK Aceh Besar, Nabhani, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, mantan anggota DPRA, Nurzahri, dan tamu lainnya.[Razi]



