Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaPakar Alquran: Jangan...

Pakar Alquran: Jangan Kaitkan Gempa dengan Dosa

JAKARTA – Pakar Alquran, KH. Ahsin Sakho Muhammad, mengajak untuk tidak mengaitkan penyebab gempa atau musibah dengan dosa seseorang atau sekelompok orang. Dosa tidak bisa dijadikan alat ukur terjadi bencana sebab ada orang atau komunitas lain yang lebih banyak dosanya, justru tidak mendapatkannya.

Menurut Rais Majelis Ilmy Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz Nahdlatul Ulama yang merupakan doktor dalam ilmu qiraah sab'ah ini, lebih baik melihat penyebab bencana dengan pendekatan ilmu geologi.

“Bencana gempa bumi harus dilihat ilmu geologi. Mereka melihatnya dari sisi lempengan bumi menggerak. Di atas magma di dalam perut bumi. Ada yang ahli di bidang itu,” kata KH. Ahsin Sakho Muhammad di Jakarta, 1 Oktober 2018, malam.

Menurut ilmu geologi, lanjutnya, bumi itu selalu dalam keadaan bergerak. Awalnya pulau-pulau yang ada Indonesia ini menyatu. Beberapa ribu tahun kemudian, karena pergerakan bumi itu, terpisah menjadi pulau-pulau tersendiri.

“Sulawesi dan Papua dulunya konon pernah menyatu. Nah, ilmu geologi mengatakan, lempengan bumi terus bregerak. Pergerakan itu menyebabkan gempa di permukaan bumi,” ujarnya.

Ia kembali mempertegas pernyataan sebelumnya, umat Islam sebaiknya jangan mengaitkan gempa bumi dengan dosa. Lebih baik melihatnya sebagai ujian atau teguran dari Allah.

“Jadi, adanya gempa bumi atau tsunami, itu adalah bencana dari peristiwa alam. Ada banyak hikmah di balik peristiwa besar itu apakah yang terjadi di NTB, Palu, dan Donggala. Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana membantu mereka,” ujarnya.

(Abdullah Alawi)[] Sumber: nu.or.id

Baca juga: