LHOKSEUMAWE – Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch Fachrudin membuka Operasi Teritorial (Opster) TNI di Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Kamis, 29 Juni 2017. Kegiatan bakti TNI tersebut akan berlangsung selama 75 hari atau 3 bulan lebih.
Pada sambutannya, Pangdam menyampaikan Operasi Teritorial merupakan salah satu bagian dari kepedulian TNI dalam membantu masyarakat pedalaman untuk membangun perekonomian, serta membantu pemerintah untuk percepatan pembangunan.
Opster ini adalah amanat UU dan harus dilaksanakan oleh TNI, harapannya ke depan dengan bantun ini, masyarakat di beberapa desa pedalaman dapat terangkat derajat perekonomiannya, kata Moch Fachrudin dalam sambutannya di Lapangan Keude Simpang Kramat.
Setiap tahun katanya, lokasi Opster berubah, tahun lalu di Aceh Timur, tahun ini di Aceh Utara dan tahun depan akan dilaksanakan di kabupaten lain.
Hadir dalam acara tersebut, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, para Danramil, pejabat dinas, tokoh masyarakat dan para prajurit TNI yang terlibat dalam Opster 2017.
Kata Pangdam, prioritas kegiatan antara lain perbaikan jembatan sepanjang 25 meter di Desa Pucuk Alue Kecamatan Tanah Jambo Aye, pembukaan jalan sepanjang 3 kilometer di Desa Lhok Drien Kecamatan Sawang, perbaikan saluran irigasi sepanjang 100 meter, pengecatan meunasah, pembersihan saluran air di 7 desa dan pembangunan rumah duafa.
Sedangkan kegiatan non fisik, di antaranya sosialisasi werving, narkoba, penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian, perkebunan, Bhineka Tunggal Ika, hukum, pembinaan mental, bantuan sound system mesjid di 5 desa, donor darah, khitanan massal bagi warga tidak mampu, serta bakti sosial lain.
Tiga bulan ke depan, kita berharap ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat, jalannya sudah bisa dilalui, jadi petani bisa leluasa membawa hasil panen ke kota atau ke pasar, katanya.[]



