LHOKSEUMAWE – DPRK Lhokseumawe memanggil pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke gedung dewan itu, Selasa, 15 Oktober 2019. Dalam pertemuan tersebut, DPRK meminta ULP melanjutkan kembali tender paket pembangunan 11 rumah kaum duafa Kecamatan Muara Satu bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2019 yang sebelumnya disebut dua kali lelang berakhir gagal.

“Menyangkut gagal tender terhadap paket pekerjaan rumah dhuafa (duafa), sebagaimana kami sampaikan kemarin (Senin), kami telah lakukan koordinasi dengan pihak ULP dan dinas terkait (PUPR),” ujar Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A. Manaf, dalam keterangannya kepada portalsatu.com/ via pesan WhatsApp, Selasa sore.

Ismail A. Manaf melanjutkan, “Hasil konfirmasi ini, kami meminta pihak Dinas (PUPR) dan ULP agar dapat mengakomodir kembali tender pembangunan rumah tersebut, mengingat ini merupakan kebutuhan masyarakat kita. Tentu kita juga berharap dinas dan ULP dalam hal ini tetap memperhatikan mekanisme yang ada”.

Ditanya bagaimana jawaban pihak ULP atas permintaan DPRK Lhokseumawe dalam pertemuan itu, Ismail mengatakan, “(ULP) setuju”.  

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A. Manaf, menyayangkan kinerja ULP yang dua kali menenderkan paket pembangunan 11 rumah kaum duafa Kecamatan Muara Satu berakhir gagal.

“Saya mengetahui masalah itu setelah diberitakan media. Jika benar dua kali gagal tender, sangat kita sayangkan. Apalagi itu menyangkut kebutuhan kaum duafa. Kok bisa gagal dua kali tender, tentu itu menimbulkan tanda tanya,” ujar Ismail A. Manaf melalui telepon seluler saat portalsatu.com/ meminta tanggapannya terkait persoalan tersebut, Senin, 14 Oktober 2019.

Ditanya soal fungsi dewan di bidang pengawasan terhadap persoalan tender itu yang berimbas gagal dibangun rumah untuk 11 kaum duafa tahun ini, Ismail mengatakan, “Mungkin dalam waktu dekat akan kita panggil mereka (ULP Lhokseumawe)”. (Baca: Tender Pembangunan 11 Rumah Kaum Duafa Gagal, Ketua DPRK: Sangat Kita Sayangkan!)[](red)

Baca: Paket 11 Rumah Duafa 2 Kali Tender Gagal, MaTA: Copot Kepala ULP

Baca: Kadis PUPR: Sekali Tender, Tiba-tiba ULP Beri Surat Tak Mencukupi Waktu Lagi