JANTHO — Objek wisata pantai Lhoknga, Aceh Besar ramai dikunjungi wisatawan menutup akhir pekan dan libur Idul Adha. Sejumlah pengunjung mengatakan, mereka terpaksa ke pantai Lhoknga karena pantai Lampuuk ditutup.
“Tadi udah jalan ke pantai Lampuuk, cuma sampai gerbang udah ada tulisan tutup,” kata Tija, salah satu pengunjung asal Lueng Bata, Banda Aceh kepada portalsatu.com, Minggu, 3 September 2017.
Meskipun ombak di pantai yang terletak di depan PT. SAI ini terbilang berbahaya dan bahkan baru beberapa hari lalu menelan korban. Namun tidak menyurutkan niat warga yang ingin berliburan di wisata air tersebut.
“Enggak, saya bersama anak-anak cuma main di pinggir saja,” kata Tija lagi.
Sehubungan dengan itu, demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) juga telah menyiagakan para personilnya di lokasi pantai tersebut dengan piket rutin Sabtu dan Minggu.
“Untuk personil kita lima orang yang ada di sini tetapi apabila kita membutuhkan personil lebih kita panggil kembali dari kantor,” kata Maimun, Dantim Siaga hari ini.
Maimun menjelaskan, yang menjadi pengawasan mereka selama bersiaga diutamakan adalah anak-anak, ibu-ibu, kemudian bapak-bapak yang lanjut usia. Selain itu, dia menambahkan karena mengingat kondisi alam yang saat ini cukup berbahaya, arus pun cukup kencang.
“Untuk pesan kepada masyarakat, harus waspada. Di sini sering terjadi kecelakaan korban tenggelam, terseret arus,” jelasnya.
“Jadi kami sarankan kepada masyarakat yang sedang mandi di pantai Lhoknga ini untuk lebih berhati-hati dan waspada. Apalagi ibu-ibu yang membawa anak-anak itu harus lebih ekstra waspada,” kata Maimun.
Adapun zona rawan dikatakan Maimun yakni sepanjang pantai Lhoknga sampai pantai Pulau Kapuk. “Itu bisa kita katakan sebagai daerah rawan. Apalagi kalau musim angin barat itu bisa lebih rawan lagi,” katanya.[]



