SUBULUSSALAM – Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, Azhari, S. Ag., M.Si bersama Forkopimda menyisir Lae (Sungai) Souraya mulai dari Sultan Daulat sampai ke Rundeng menggunakan perahu karet.

Penyisiran Lae Souraya ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi masyarakat yang tinggal di bantaran Lae Souraya pasca banjir yang terjadi baru-baru ini. Hal ini mengingat banyak desa yang berdomisili di pinggir Lae Souraya.

Kegiatan yang dilakukan pada, Minggu, 20 Oktober 2024 ini, juga untuk melihat langsung kondisi Sungai Souraya, yang selama ini kerap meluap ke permukiman penduduk akibat tidak sanggup menampung debit air saat hujan lebat melanda kota ini, atau terjadi banjir kiriman dari hulu sungai dari kabupaten tetangga, Aceh Tenggara.

"Alhamudulillah hari ini kita bersama bapak Forkopimda, pak kapolres, dan juga pak kasdim, kami melihat suasana pasca banjir, mulai Sultan Daulat sampai Rundeng, untuk memantau masyarakat pasca banjir," kata Azhari dikutip melalui video yang dikirim Kabag Prokopim Setdako Subulussalam, Kiplan kepada portalsatu.com/, Selasa, 22 Oktober 2024.

Azhari mengatakan kegiatan penyisiran Lae Souraya ini juga diikuti instasi terkait menggunankan beberapa perahu karet mengarungi Lae Souraya Sultan Daulat Rundeng.

Saat singgah di kampong-kampong yang berada di pinggir sungai itu, Azhari bersama Forkopimda juga mengedukasi masyarakat agar sigap menghadapi banjir untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

Selain itu, dengan aksi penelusuran Lae Souraya ini, pemerintah juga sudah memetakan langkah strategis upaya meminimalisir banjir seperti peningkatan konservasi lingkungan, terutama tentang pembukaan hutan yang akan menjadi atensi khusus Forkopimda.[]