SIGLI – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pidie merekrut 802 tenaga pengawas yang akan ditempatkan di 902 Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Masing-masing TPS akan ditempatkan satu pengawas selama 30 hari.

“Kita sudah merekrut PPL (Petugas Pengawas Lapangan) setiap gampong satu orang, kini kita merekrut lagi pengawas TPS untuk melakukan pengawasan TPS,” kata Komisioner Panwaslih Kabupaten Pidie Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi, Fuadi, kepada portalsatu.com, Rabu, 1 Februari 2017.

Nantinya pengawas TPS akan bekerja 23 hari sebelum hari H dan tujuh hari setelah pencoblosan. Fuadi sebelumnya sudah meminta Panwascam untuk benar-benar selektif dan bukan orang yang terlibat dalam tim salah satu pasangan calon.

Selain itu, dia juga meminta Panwascam, PPL dan Pengawas untuk bekerja secara profesional dalam mengawasi pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Pidie.

“Kepada masyarakat, saya mohon bantuan untuk melakukan pemantauan terhadap pertugas kami di lapangan, baik di kecamatan, gampong dan TPS. Jika ada petugas kami yang terlibat politik praktis, laporkan kepada kami,” kata Fuadi.
Sebelumnya, Panwaslih Pidie juga telah merekrut 730 Petugas Pengawas Lapangan (PPL) sebulan lalu.[]