TAKENGON – Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia mengalami perubahan sejak pandemi Covid-19. Kementerian Kesehatan menguatkan sistem kesehatan dengan transformasi sistem kesehatan. Sistem ini mencakup enam jenis transformasi, seperti layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, dan SDM kesehatan.
Menghadapi kebutuhan dan tantangan tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aceh menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PITA-1) Penyakit Dalam 2023 28 – 29 Oktober 2023 di Hotel Parkside Takengon, Aceh Tengah.
“Kegiatan ilmiah PAPDI Aceh dirancang untuk memperbarui dan meningkatkan pengetahuan profesional, membahas topik-topik menarik dan up-to-date di bidang ilmu penyakit dalam dengan tujuan dapat melakukan pendekatan klinis dan manajemen pasien dengan cara yang tepat,” ujar dr. M. Diah, Sp.PD-KKV., Ketua PAPDI Aceh.
Ketua Panitia, dr. T. M. Reza Tandi, Sp.PD., menyampaikan kegiatan PITA-1 PAPDI Aceh ini meliputi simposium dan meet the expert meliputi bidang: Alergi-Imunologi, Endokrin Metabolik & Diabetes, Gastroentero-Hepatologi, Geriatri, Hemato-Onkologi Medik, Kardiovaskuler, Ginjal-Hipertensi, Pulmonologi, Reumatologi, Penyakit Tropik-Infeksi, Kardiologi, Pulmonologi dan Respirasi serta Psikosomatis, yang diikuti 200 peserta berasal dari dokter umum, dokter spesialis dan tenaga kesehatan dari seluruh Aceh.
Output yang diharapkan dalam pertemuan ini adalah pembaharuan dan peningkatan pengetahuan dalam mengdiagnosa, pengobatan, dan manajemen berbagai penyakit yang mempengaruhi organ dalam tubuh.
Peningkatan tersebut akan memperkuat kepercayaan diri tenaga medis dalam memberikan layanan medis dasar dan medik lanjutan di fasilitas kesehatan.[](ril)



