BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Pusat Partai Daerah Aceh (DPP PD Aceh) menggelar bimbingan teknis calon anggota DPR Aceh dan rapat koordinasi pemenangan pemilu PD Aceh 2019. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Bimtek itu dibuka Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PD Aceh, para kader dan calon anggota DPRA dari partai itu.

Ketua Umum DPP PD Aceh, Tgk. H. Muhibussabri A. Wahab, mengatakan, kegiatan ini untuk menyamakan persepsi semua caleg, kader, dan pengurus partai tersebut. Membahas tentang program, visi dan misi partai serta tata cara kerja di lapangan, sehingga nantinya tidak terjadi antarsesama kader partai saling menjatuhkan.

“Intinya bagaimana bekerja untuk meraih kemenangan bersama. Ini akan kita bicarakan nanti tekniknya dan aturan partai untuk meraih suara, serta bagimana menjalin komukasi politik dengan partai lain dengan baik,” kata Tgk. Muhibussabri kepada para wartawan usai pembukaan bimtek tersebut.

Ia menambahkan, target awal satu daerah pemilihan (dapil) satu kursi DPRA. Namun, ada dapil yang karena kelengahan pengurus, dan pemilu kali ini berlaku Sistem Informasi Pencalonan (Silon) berbasis online, sehingga membuat PD Aceh sedikit kewalahan. “Karena dengan regulasi yang hitungan hari terus berubah, sehingga ada dapil kita yang tidak terisi. Untuk caleg DPRA yang diusung PD Aceh sebanyak 72 orang. Minimal target untuk DPRA enam kursi,” ujar Tgk. Muhibussabri.

PD Aceh juga akan membuat pertemuan atau bimtek di tingkat kabupaten/kota. Menurut Tgk. Muhibussabri, yang sudah dilakukan bimtek di Aceh Selatan, Aceh Barat Daya (Abdya), Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur.

Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, berharap agar partai politik lokal (parlok) di Aceh dapat membantu dan mendukung program kerja Pemerintah Aceh. Saling bersinergi antara parpol dengan pemerintah dalam membangun Aceh ke depan yang bermartabat.

“Bimbingan teknis seperti ini cukup penting dilakukan, sehingga ketika terpilih menjadi anggota legislatif nantinya sudah siap di kancah perpolitikan nasional khususnya di Aceh. Kehadiran partai lokal juga salah satu pokok penting dalam memajukan Aceh, dan ini merupakan suatu keinginan rakyat Aceh pada umumnya,” ujar Nova.

Nova melanjutkan, paling penting adalah partai lokal terus berupaya untuk melakukan sosialisasi atau memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peran dan fungsi partai tersebut. Tidak dibenarkan selalu menyalahkan masyarakat mengenai perpolitikan khususnya di Aceh.

“Saya kira masyarkat sudah begitu dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan. Hanya dari kita ini bagaimana memberikan dan menunjukkan cara-cara yang bagus kepada rakyat dalam berbagai macam hal,” ujar Nova Iriansyah.[]