BANDA ACEH – Sebuah partai lokal baru kembali muncul di Aceh. Namanya Partai Aceh Meudelat yang akan mendeklarasikan diri beberapa waktu mendatang.
Kepada portalsatu.com, Kamis, 7 April 2016, Ishak Yusuf, sang pendiri partai, mengatakan akan membangun jaringan di seluruh Aceh guna meramaikan kancah politik di Aceh.
“Untuk 2017 mungkin belum terpikirkan, tapi insya Allah di 2019 kita akan maju,” kata Yusuf Ishaq.
Ishak pun mulai menceritakan asal mula dan dasar membentuk partai baru tersebut. Menurut Ishak, partai tersebut dibuat agar semua aspirasi masyarakat terserap. Dia menilai potret berpartai di Aceh belum benar dan perlu dibenahi.
“Baik Golkar, Partai Aceh atau PNA mereka tidak tahu cara berpartai. Maknanya masyarakat tidak tahu asas dan AD/ART partai tersebut,” kata dia.
Ishak mengatakan partai yang baik adalah partai yang asas dan AD/ART diketahui oleh publik. Mantan Ketua Dewan Partai Buruh Sosial Demokrat pada tahun 2004 ini juga mengatakan partai Aceh Maudelat sudah membentuk pengurus di 23 kabupaten dan kota yang ada di Aceh.
“Kita sudah bentuk pengurus di 23 kabupaten/kota dan setiapnya memiliki 15 orang pengurus, sedangkan di tingkat DPP kita memiliki sekitar 75 orang pengurus,” katanya.
Partai rintisan Ishak Yusuf berazaskan Islam. “Dan Qanun Meukuta Alam Al-Asyi,” kata dia.
Ishak mengaku sebagai politikus yang sudah sangat lama berkecimpung dalam dunia politik. Dia termasuk salah satu pendiri Partai Aceh pada awal-awal terbentuk.
“Saya bersama Yahya Muadz itu adalah salah seorang pendiri partai. Sekarang saja mereka sudah tahu cara naik menjadi dewan,” kata dia.
Lebih lanjut Ishak menerangkan bahwa partainya itu masih dalam proses menggodok AD/ART dan pihaknya menerima semua masukan. “Kita ini terbuka dan bukan untuk kalangan tertentu,” kata dia lagi.[](bna)




