Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
BerandaNewsPasang Surut Usaha...

Pasang Surut Usaha Perlengkapan Olahraga Pertama di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Merintis usaha bersama atau kongsi memang memiliki banyak lika-liku. Tapi layaknya hukum alam, siapa yang mampu bertahan dialah yang menang. Setali tiga uang yang dialami toko Arisco Sport di Jalan Perdagangan Lhokseumawe ini. Memikul nama besar sebagai toko perlengkapan olahraga pertama di Lhokseumawe bukan berarti semuanya menjadi mudah. Usaha yang dirintis oleh duet H. Syafi'i dan H. Arbi ini mengalami banyak pasang surut.

Mulai berdiri sejak 1983, Arisco Sport tak hanya menjual perlengkapan olahraga saja. Tetapi juga menyediakan koper, tas jinjing, parfum, kosmetik, hingga kemeja khusus pria dan barang lainnya.

Pemilik toko, H. Syafi'i, menceritakan jatuh bangun ia membangun usaha tersebut saat berbincang dengan portalsatu.com pada Selasa, 12 Januari 2016 di tokonya. Ia berkisah, sebelum merintis tokoh olahraga tersebut, pria berdarah Pidie itu merupakan pedagang kaki lima dan menjual pakaian anak-anak. Namun karena pasar baju anak-anak saat itu semakin banyak ia pun banting stir menjual keperluan olahraga. Pelan tapi pasti usaha itu berkembang terus dan masih ada sampai saat ini.

“Omset penjualan pada rentang tahun 1983-2001 berjalan lancar, dan merupakan toko sports pertama di Lhokseumawe. Jadinya semua keperluan sports menyeluruh ke Arisco. Kita juga sering mendapatkan tender saat PT. ASEAN, PT. Arun, Mobil Oil maju, sering mendapat tender proyek sampingan mereka,” kata pria kelahiran 31 Desember 1949 ini.

Selain itu katanya, ia juga mendapatkan proyek dari pemerintah ketika ada kegiatan hari-hari besar nasional. Seperti untuk kegiatan perlombaan olahraga, hari kesehatan nasional, Korpri hingga ulang tahun proyek-proyek tertentu.

Hingga 2001, Arisco masih belum memiliki pesaing di kota yang sering disebut petro dollar itu. Perubahan mulai terjadi pada 2002, saat dua mantan karyawannya H.M. Nasir dan H.Hamdani mendirikan usaha yang sama. Nasir mendirikan Nasa Sport sedangkan Hamdani mendirikan Mahkota Sport. Otomatis konsumen pun mulai memiliki pilihan. Hal ini turut mempengaruhi kondisi Arisco Sport.

“Kami mengalami penurunan omset, kedodoran hingga 2004,” katanya.

Perubahan drastis kian terasa. Selain penjualan yang menurun drastis, suasana toko jadi sepi. Ia sempat menyerahkan pengelolaan usaha tersebut pada H. Arbi sepenuhnya sementara ia sendiri memilih vakum. Belakangan pada 2005 ia kembali terjun untuk mengurusi Arisco Sport. Usaha itu pun mulai menunjukkan perubahan yang menggembirakan. Pada 2008 usaha tersebut terpisah dan murni dikelola H. Syafi'i. Ia lantas mengubah strategi penjualan.

“Setelah menilik kelemahan yang mengakibatkan penurunan, karena sudah pengalaman, maka meninjau kembali, ketika sampai barang yang tidak sesuai permintaan pasar, cari jalan keluar, meskipun pada masa itu banyak yang tidak mampu kita stok, tapi setidaknya sedikit dari permintaan konsumen harus dapat dipenuhi.”

Strategi ini terbukti berhasil menarik pelanggan yang sebelumnya pindah ke lain hati. Barang-barang yang dipasok kini disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

“Mengusahakan barang sehari-hari, seperti engkel, korset, dan bola, barang harian seperti ini harus dikondisikan dan tidak terputus,” kata suami dari Faridah, dan ayah dari sepuluh anak itu.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan musiman, penyediaan barang dilakukan jauh-jauh hari untuk menjaga kepuasan pelanggan. Ia mengaku mengambil barang dari Medan. Selain menjual langsung pada individu ia juga menjadi pemasok untuk pedagang di pasar Los Lhokseumawe dan pengusaha sablon. Kini Arisco dikelola oleh H. Syafi'i dan anak-anaknya.[] (ihn)

Baca juga: