ACEH UTARA – Pasar Rakyat Syamtalira Aron telah dibangun atas kerja sama Kementerian Perdagangan RI dengan Pemerintah Aceh Utara menggunakan dana tugas pembantuan APBN 2018. Namun, pasar rakyat berlokasi di kawasan Simpang Mulieng, Gampong Dayah Tungku, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, itu belum difungsikan.

Pantauan portalsatu.com/, 4 Mei 2019, semua pintu ruangan atau lapak bangunan pasar itu tertutup rapat. Sebagian halaman pasar tersebut tertutup rumput liar.

“Pasar itu dibangun di lahan milik warga. Sebelumnya ini kebun kosong, bekas kebun kelapa yang dimiliki beberapa warga di sekitar ini,” kata salah seorang warga setempat, M. Ali (58), ditemui di lokasi pasar itu.

Menurut Ali, untuk pembangunan pasar tersebut, lahan miliknya turut dibebaskan oleh Pemerintah Aceh Utara dengan harga Rp250 ribu permeter. “Tanah milik saya digunakan sebagai jalan atau lorong masuk ke pasar. Panjangnya sekitar 19 meter dengan luas 6 meter”. 

“Harga segitu (Rp250 ribu). Itu juga berlaku sama dengan harga lahan milik warga lainnya di lokasi bangunan pasar. Bahkan, kemarin (3 Mei 2019) para pemilik kebun lokasi bangunan pasar tersebut sudah dipanggil ke Kantor Camat Syamtalira Aron untuk menandatangani kwitansi pembayaran lahan. Akan tetapi saat ini belum dibayar (belum cair uangnya). Berdasarkan informasi, itu pada Juni 2019 akan dibayar sekalian oleh Pemkab Aceh Utara,” ujar Ali.

Ali mengaku tidak ingat berapa jumlah pemilik lahan lokasi bangunan pasar tersebut, yang luasnya diperkirakan sekitar 2 hektare. Kata dia, beberapa tahun lalu, sebelum dilakukan pembangunan pasar tersebut, warga sempat tidak setuju karena harga lahan ditawarkan pemerintah tergolong murah, Rp60 ribu permeter. Setelah mendapatkan persetujuan dengan harga lebih tinggi, Rp250 ribu permeter, kata Ali, warga baru bisa menerima.

Menurut Ali, sebelum pembangunan pasar dilakukan, pihak kementerian terkait dari Jakarta turun ke lokasi lahan tersebut.

“Setahu saya di dalam gedung pasar itu ada 80 lapak untuk berjualan bagi masyarakat. Bagi warga yang saat ini masih berjualan di Keude Simpang Mulieng berdekatan dengan Jalan Medan-Banda Aceh, nantinya akan dipindahkan ke lokasi pasar rakyat tersebut,” ujar Ali.

Ali menilai dengan dibangun pasar tersebut, tentunya akan bermanfaat bagi warga, karena sudah ada lapak baru untuk berjualan. “Akan tetapi saya tidak mengetahui kapan pasar itu akan difungsikan. Kita harapkan secepatnya,” ucap dia.

Wartawan portalsatu.com/ belum berhasil mengonfirmasi pihak Dinas Perdagangan Aceh Utara terkait belum difungsikannya Pasar Rakyat Syamtalira Aron dan belum dicairkan dana pembebasan lahan. Plt. Kepala Dinas Perdagangan Aceh Utara, Fadli, dihubungi pada 4 Mei 2019 sore, telepon selulernya tidak aktif. Sebelumnya wartawan portalsatu.com/ sudah mendatangi Dinas Perdagangan itu, 2 dan 3 Mei 2019, tapi Fadli tidak ada di kantornya. Dikonfirmasi via WhatsApp, 2 Mei lalu, terkait pembangunan pasar itu, Fadli hanya membaca pesan masuk, tapi tidak merespons.[]