SINGKIL- Persedian LPG dan bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, masih sangat langka. Hal ini akibat jembatan di Kampung Ujung Bawang, Kecamatan Singkil putus akibat diterjang banjir sepekan lalu.
“Iya pasokan LPG dan BBM sangat terbatas, mobil belum bisa lewat karena jembatan Ujung Bawang putus setelah dihantam banjir,” kata Camat Pulau Banyak, Rudi Faisal kepada portalsatu.com, Selasa, 6 Desember 2016.
Akibat akses jalan masih rusak, pasokan LPG dan BBM masih terbatas di kawasan Pulau Banyak. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat di sana.
Sementara pasokan yang langsung habis diserbu masyarakat. Itu pun masih ada warga yang tidak mendapat bahan bakar tersebut.
“Kemarin ada masuk tapi terbatas, itu langsung habis, masih banyak warga yang belum dapat,” katanya.
Ia menyebutkan masyarakat sangat membutuhkan LPG untuk memasak kebutuhan dapur. Pasalnya, jika pun ada beras sedangkan LPG tidak tersedia di rumah, warga juga tidak bisa memasak makanan.
“Untuk persedian barang kebutuhan pokok tiga hari ke depan masih cukup, kendala ini masalah BBM,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, mata pencarian masyarakat di pulau tersebut adalah nelayan. Jika pasokan BBM tidak normal, mereka terancam tidak bisa melaut.
“Ini mengancam ini ekonomi warga,” katanya.[]



