SUBULUSSALAM – Persedian ikan laut di Pasar Tradisional Terminal Terpadu Kota Subulussalam menipis pasca Lebaran Idul Fitri akibat kurangnya pasokan dari Singkil dan Aceh Selatan.
“Pasokan ikan basah terbatas, makanya tidak banyak pedagang berjualan,” kata Deni, salah seorang pedagang ikan, kepada portalsatu.com, Minggu 10 Juli 2016 di sela-sela melayani para pembeli di Jalan Malikussaleh.
Harga ikan tongkol dijual Rp 25 ribu per kilogram atau meningkat Rp 5 ribu dibandingkan sebelumnya Rp 20 ribu. Harga cumi-cumi juga melambung mencapai Rp 45 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 40 ribu.
Amatan portalsatu.com hanya ada jual jenis lauk pauk yakni tongkol dan cumi-cumi yang dijajakan oleh pedagang di Jalan Malikussaleh sekitar pukul 16.00 WIB.
Kondisi ini sangat berbeda pada pekan mingguan sebelumnya, di mana terdapat banyak jenis ikan yang dipasarkan di lokasi tersebut.
“Mungkin karena baru selesai lebaran, hasil tangkapan nelayan masih kurang,” kata warga Subulussalam, Rosalina.
Selain menipis, kualitas ikan di pasar sudah mulai terlihat kurang segar akibat lama disimpan dalam fiber yang berisikan eks batu. Meski berkualitas rendah, namun daya beli masyarakat tetap tinggi lantaran tidak adanya pilihan untuk jenis ikan lainnya.[]
Laporan Dirman Bakongan



