BLANGKEJEREN – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gayo Lues terus mengalami peningkatan setelah dilakukan trecking oleh Tim Gugus setempat. Sebelumnya pasien positif Covid-19 sebanyak 86 orang, kini menjadi 111 orang atau bertambah 24 orang, yang penyebaranya kluster keluarga, kantor dan medis.

Purnama Abadi, Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, Ahad, 4 Oktober 2020, mengatakan hasil uji swab pasien dan swab keluarga pasien yang positif sebelumnya telah keluar dari Laboratorium Unsyiah Banda Aceh. Hasilnya, kata dia, ada penambahan kasus positif virus korona dengan jumlah sangat mengkhawatirkan.

“Jumlah swab positif yang dikirimkan Lab Unsyiah kemarin, 33 orang positif Covid-19. Dengan rincian, pasien lama yang masih positif sembilan orang, 15 orang yang positif sebelumnya sudah sembuh, dan pasien baru yang positif Covid-19 sebanyak 24 orang,” kata Purnama melalui pesan WhatsApp.

Purnama menjelaskan 76 pasien saat ini masih dalam perawatan, dua orang meninggal dunia, dan 33 orang sembuh. Data itu merupakan sejak Maret 2020 hingga awal Oktober ini.

“Solusi untuk mengatasi penyebaran Covid-19 sudah dilakukan pemerintah daerah, yaitu dengan meliburkan pegawai pemerintahan selama 14 hari selain kepala dan sekretaris. Kemudian mengeluarkan surat yang isinya antara lain melarang mengadakan kegiatan keramaian, wajib memakai masker, mematuhi protokol kesehatan dan lain sebagainya,” jelas Purnama.

Purnama mengatakan pasien dinyatakan positif Covid-19 yang bergejala dilakukan perawatan di Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (RSUMAK). Sedangan yang tidak bergejala di rawat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Blangkejeren. Sisanya diisolasi mandiri di rumah dengan pengawasan petugas surveilan dan memberikan obat-obatan seperti vitamin.

Informasi diperoleh wartawan, 24 pasien yang baru dinyatakan positif Covid-19 itu merupakan masyarakat umum, tenaga kesehatan, dan ada juga pekerja di kafe

Disinggung apakah ada rencana tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menutup tempat wisata dan kafe-kafe yang saat ini banyak dikunjungi masyarakat, Kadis Kesehatan Gayo Lues itu mengatakan, “Sebaiknya ditutup. Kalaupun dibuka wajib mematuhi protokol kesehatan”.[]