BLANGKEJEREN – Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Sejuk Kabupaten Gayo Lues menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah pada tahun 2021. Keuntungan diperoleh PDAM ini merupakan yang pertama sejak didirikan Pemerintah Daerah setempat.
Muhammad Ali Yusni, Direktur PDAM Tirta Sejuk, Selasa, 1 Maret 2022, saat melaporkan perkembangan PDAM kepada Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, mengatakan keuntungan yang diperoleh PDAM selama tahun 2021 Rp476 juta lebih.
“Kemudian Rp350 juta dari keuntungan PDAM itu kami bangun kantor yang hari ini diresmikan Pak Bupati,” kata Ali Yusni. “Sebelumnya keuangan PDAM selalu defisit”.
Ali Yusni menyebut saat ini jumlah pelanggan PDAM mencapai 6.377 sambungan. Dari jumlah itu, 5.000 lebih sambungan yang aktif, dan sisanya tidak aktif. PDAM Tirta Sejuk, kata dia, berada di urutan kesembilan terbaik di Aceh dari 22 kabupaten/kota berdasarkan hasil Audit BPKP.
“Kami meminta kepada DPRK agar segera mengesahkan Rancangan Qanun (Raqan) tentang PDAM, sehingga kami bisa menyetorkan PAD 20 persen dari keuntungan. Kalau tidak disahkan Raqannya, kami tidak memiliki dasar membayar PAD,” ujar Ali Yusni.
Di sisi lain, Direktur PDAM ini juga berharap kepada Bupati agar Pemda memberikan bantuan dana hibah untuk biaya pemeliharaan pipa bocor dan bak penampungan, sehingga suplai air untuk masyarakat tetap terjaga.
Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, mengapresiasi kinerja PDAM. Selain keluhan masyarakat semakin berkurang tetang suplai air, kata dia, PDAM juga sudah mampu mendapatkan keuntungan dan mampu membangun kantor sendiri tanpa sentuhan Pemda.
“Teruslah tingkatkan pelayanan, dan jika ada warga yang tidak disiplin dalam membayar rekening air, silakan ambil langkah-langkah yang bijak. Yang penting pelayanan harus maksimal,” kata Amru saat peresmian Kantor PDAM Tirta Sejuk di Blangkejeren. Dia berharap ke depan PDAM bisa menyumbangkan PAD.[]




