BANDA ACEH – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banda Aceh, Gading Hamonangan, mengapresiasi upaya Presiden Jokowi dalam melakukan lobi untuk menambah kuota haji Indonesia.

Sejauh ini Presiden Jokowi sudah melakukan permintaan untuk mengambil alih sisa kuota haji dari Jepang, Singapura dan Filipina. Presiden Rodrigo Duterte yang bertandang ke Indonesia beberapa hari lalu juga sudah menyatakan kesediaannya untuk memberi jatah sisa haji Philipina untuk Indonesia.

Apalagi, di dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang berlangsung di Hangzhou, Tiongkok, 4-5 September lalu, Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohamed bin Salman kepada Jokowi, sudah memberikan lampu hijau untuk menambah kuota haji Indonesia.

“Ini merupakan keuntungan bagi Indonesia, di mana waktu tunggu jamaah haji di beberapa daerah sudah mencapai di atas 20 tahun,” kata Gading melalui siaran pers, Selasa, 13 September 2016.

Kuota haji Indonesia dan negara-negara lain dipangkas hingga 20% sejak renovasi Masjidil Haram dimulai tahun 2013. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia mendapat jatah 168.800 jamaah di tahun 2016 ini, turun dari hampir 200 ribu di tahun 2011. 

Sementara daftar tunggu jamaah calon haji Aceh sudah mencapai 78 ribu orang. Sementara yang berangkat pada musim haji 2016 hanya 3.200 jamaah. “Waktu tunggu kita sekarang sudah mencapai 25 tahun,” katanya.

“Tentu ini sangat menghambat upaya masyarakat Aceh di dalam melaksanakan rukun Islam kelima. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi upaya Presiden Jokowi di dalam melakukan lobi-lobi agar kuota haji kita bertambah. Mudah-mudahan dengan bertambahnya jatah haji tersebut, waktu tunggu haji Aceh pun semakin pendek.”[](ihn)