LHOKSUKON – Masyarakat Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mengeluhkan tingginya harga jual gas LPG (elpiji) 3 kilogram di tingkat pedagang eceran atau kios. Sejak sepekan terakhir, si hijau yang dikenal dengan gas melon itu dijual hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.
Sulaiman, 35 tahun, warga Gampong Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye kepada portalsatu.com/, Sabtu, 8 Juni 2019, menyebutkan, harga gas elpiji 3 kilogram itu naik sejak Selasa, 4 Juni atau bertepatan hari meugang.
“Saya beli gas pada kios, bukan di pangkalan. Dari hari meugang sampai saat ini setahu saya harganya masih Rp40 ribu per tabung. Sekarang bukan masalah di kios atau pangkalan, persoalannya itu harga terlalu mencekik. Pihak berwenang harus menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Sulaiman menyebutkan, bagi sebagian masyarakat, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan sehari-hari untuk memasak makanan. Melambungnya harga gas melon sangat berdampak, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
“Kami harap pihak Pertamina dan Pemda bisa mengambil sikap, mengingat harga tersebut jauh di bawah HET. Ini sangat membebani masyarakat miskin,” kata Sulaiman.
Sementara itu, Yanis, 33 tahun, pemilik pangkalan gas 3 Kg di Gampong Trieng, Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengatakan, sejak beberapa hari lalu gas itu kosong, namun kemarin (Sabtu) sudah masuk lagi.
“Kami di pangkalan menjual gas sesuai HET, sementara di kios pedagang eceran rata-rata dijual Rp25 ribu per tabung 3 kilogram. Sejak awal lebaran gas kosong, kemarin sudah masuk tapi dalam sekejab langsung ludes,” pungkas Yanis.[]



