SUBULUSSALAM Menjelang akhir Ramadan para pedagang takjil di Kota Subulussalam mulai sepi. Sejak dua minggu terakhir jumlah pembeli menu berbuka puasa semakin menurun. Kondisi ini terlihat di sepanjang Jalan Teuku Umar di wilayah Kecamatan Penanggalan hingga Simpang Kiri.
Salah seorang pedagang makanan, Hendra Lubis, kepada portalsatu.com, Jumat, 1 Juli 2016 mengatakan, sepinya pembeli disebabkan karena masyarakat mulai memikirkan biaya untuk membeli pakaian baru bagi anggota keluarganya.
Sekarang masyarakat fokus untuk membuat kue dan mebeli baju lebaran, mereka tidak begitu tertarik lagi untuk membeli aneka kue untuk berbuka puasa, makanya sekarang sepi, kata Hendra.
Padahal kata Hendra, minggu pertama Ramadan penjualan penganan berbuka puasa sangat laris, bahkan ia bersama rekan-rekanya bisa memperoleh Rp 700 ribu setiap harinya. Lapak jualan itu dikelola secara bersama oleh pengurus remaja Masjid As-Silmi. Selama ini lokasi tersebut merupakan yang paling ramai pengunjung sejak hari pertama Ramadan.
Namun sejak selama dua minggu terakhirnya sepi sekali, padahal pedagang sudah banyak tidak lagi berjualan, omset paling sekitar Rp 200 ribu atau Rp 300 ribu, jauh kali merosot, katanya.
Sementara lapak pedagang pakaian di Pasar Terminal Terpadu Kota Subulussalam mulai diserbu pengunjung sejak seminggu terakhir. Begitu juga toko pakaian yang berada di Jalan Malikussaleh, Cut Nyakdin, T Nyak Adam Kamil dan Jalan Teuku Umar selalu terlihat ramai.[](ihn)
Laporan Dirman Bakongan



