LHOKSUKON – Nazir, 14 tahun, pelajar asal Gampong Merboe Jurong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pejalan kaki di lintasan jalan Lapang-Lhoksukon, tepatnya di Gampong Matang Tunong, Selasa, 12 Maret 2019, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian, pengendara tersebut mencoba menghindari lubang di jalan.
“Dalam kecelakaan itu, pelajar yang dibonceng, M. Aziz, 14 tahun, warga Merboe Jurong, mengalami luka ringan. Sementara pejalan kaki yang ditabrak atas nama Rahmatullah, 14 tahun, pelajar asal Gampong Cot Murong, Kecamatan Baktiya Barat, awalnya mengalami luka berat, tapi tadi pagi kita terima kabar korban juga sudah meninggal dunia di RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Lantas Iptu Sandy kepada portalsatu.com/, Rabu, 13 Maret 2019.
Sandy menjelaskan, sepeda motor tersebut melaju dari arah Lapang menuju Lhoksukon dengan kecepatan tinggi. Setiba di lokasi, pengendara hilang kendali saat menghindari lubang jalan.
“Ketika menghindari lubang jalan, sepeda motor hilang kendali dan menabrak pejalan kaki yang ada di kiri jalan. Kemarin, korban meninggal dan luka berat dibawa ke RSUD Cut Meutia,” ucapnya.
Terkait barang bukti, Sandy menyebutkan, hingga saat ini belum diamankan karena disembunyikan. “Sejak kemarin hingga hari ini, anggota kita sedang berkoordinasi dengan geuchik setempat untuk menghadirkan barang bukti sepeda motor tersebut. Soalnya, ketika anggota Pos Polisi Lapang datang ke TKP kemarin, barang bukti telah disembunyikan. Ini kan masih suasana duka, jadi kita lakukan koordinasi dengan geuchiknya dulu,” kata Sandy.
Sandy menambahkan, Satuan Lalu lintas Polres Aceh Utara selalu mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua apabila tidak menginginkan hal serupa terjadi lagi, “tolong apabila anak-anak yang belum cukup umur pergi ke sekolah atau pun apabila ada aktivitas mobilisasi yang menyangkut si anak, harap diantar”.
“Jadi, jangan dilepas berkendara sendiri. Lebih baik kita (orang tua) sulit atau susah mengantar anak 5-10 menit, dibandingkan kita kehilangan anak selamanya,” pungkas Iptu Sandy.[]



