LHOKSEUMAWE – Ketua Fraksi Golongan Amanat Bersatu (GAB) DPRK Lhokseumawe, H. Jailani Usman, S.H., M.H., menilai mutasi para pejabat Pemko Lhokseumawe pada Jumat, 8 Juli 2022, malam, menunjukkan Wali Kota Suaidi Yahya terkesan “galau” menjelang berakhirnya masa jabatan. Politikus yang juga advokat itu menyebut pelantikan para pejabat pada malam meugang hari raya Iduladha tersebut sebagai “sandiwara gratis” bagi rakyat yang dipertontonan Wali Kota Lhokseumawe.

“(Mutasi pejabat) itukan akibat tidak pede-nya Wali Kota Lhokseumawe dengan tindakannya sendiri, karena berakhirnya jabatan. Padahal, Wali Kota sudah melantik (sebagian besar) pejabat itu sekitar enam bulan lalu. Seharusnya dia bisa memikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan,” kata Jailani Usman kepada portalsatu.com/ melalui telepon, Sabtu, 9 Juli 2022, sore.

Jailani Usman menduga mutasi pejabat tersebut tanpa rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dia juga menduga Wali Kota Suadi tidak melibatkan atau tak mau mendengarkan masukan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) terkait mutasi pejabat itu. Sebab, penggantian ataupun rotasi pejabat pada masa seperti saat ini bisa mengganggu produktivias dan kinerja para ASN.

Menurut Jailani, seharusnya Wali Kota fokus membina para pejabat supaya ke depan bisa bekerja lebih maksimal, bukan malah merotasi kembali para pejabat yang sudah dilantik pada Januari 2022 lalu.

“Jangan mengambil tindakan dengan membawa pikiran halusinasinya itu. Dia galau tingkat tinggi kalau istilah anak muda bilang sekarang. Sudah 15 tahun berkuasa di Kota Lhokseumawe, seharusnya Wali Kota sadar bahwa setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Jadi, di akhir jabatannya ini lebih tepat bawahannya itu dibina supaya ke depan lebih bagus,” ujar Jailani.

Jailani menilai kebijakan Wali Kota memutasi kembali para pejabat tersebut bertentangan dengan kelayakan dan kepatutan. “Kalau kita bilang layak, tentu tidak layak, kalau kita bilang patut, juga tidak patut. Karena enam bulan yang lalu sudah dilantik pejabat yang sama,” tuturnya.

“Anehnya lagi, pejabat (eselon II) yang dilantik enam bulan itu dan sekarang dirotasi lagi merupakan orang-orang dia juga. Bahkan, sudah bertahun-tahun orang yang sama itu bekerja membantu Wali Kota. Jadi, hari ini masyarakat Lhokseumawe menonton sandiwara gratis yang dipertontonkan Pak Suaidi Yahya, yang sudah 15 tahun menjabat, tapi ending-nya sangat tidak bagus,” ungkap Jailani.

Menurut Jailani, seharusnya pada saat akan berakhir masa jabatan, Wali Kota meninggalkan catatan positif, paling tidak dari suatu bidang tertentu. Akan tetapi, kata dia, masyarakat dapat melihat bagaimana amburadulnya Kota Lhokseumawe selama Suaidi memimpin. Reformasi birokrasi hingga perekonomian sangat memprihatikan.

“Ketika akan habis masa jabatan seperti ini harus menerima dengan lapang dada. Semua kita tahu bahwa jabatan itu bukan warisan. Jadi, jangan sudah naik tapi tidak siap turun. Ini terkesan Wali Kota yang sebentar lagi akan lengser dari jabatannya itu tampak tidak siap untuk turun, sehingga dia melakukan hal-hal yang di luar kewajaran dan kepatutan. Seperti mutasi kali ini, ada misi apa di balik itu, masyarakat bertanya-tanya ada apa,” kata Jailani.

Jailani berharap siapa pun Penjabat Wali Kota Lhokseumawe yang akan ditunjuk oleh Mendagri dapat membuktikan kinerja yang jauh lebih baik daripada kepemimpinan selama ini.

“Pj. Wali Kota harus membenahi Kota Lhokseumawe secara menyeluruh. Dan sangat mudah melakukan perubahan, sedikit saja ada kinerja yang lebih baik langsung akan terlihat hasilnya, karena selama ini Kota Lhokseumawe sangat amburadul dari semua segi. Persoalan sampah misalnya, jika ada penanganan yang konkret tentu tidak akan kita temukan tumpukan sampah di banyak lokasi pinggir jalan yang mengotori dan merusak pemandangan kota ini,” ujar Jailani Usman.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kembali memutasi para pejabat eselon II dan III, beberapa hari menjelang berakhir masa jabatannya. Pelantikan para pejabat itu dilakukan Asisten III Sekretaris Kota Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar, atas nama Wali Kota, di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe, Jumat, 8 Juli 2022, malam.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik oleh Wali Kota Suaidi Yahya melalui Asisten III Said Alam Zulfikar, sesuai data dikirim Kabag Humas Sekretariat Kota Lhokseumawe, Marzuki, via WhatsApp kepada portalsatu.com/, Sabtu siang:

Pejabat Eselon 2 (II): Muslim dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial/Dinsos); Safaruddin sebagai Kepala Bappeda (sebelumnya Kepala Dinas PUPR); Ramli menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (sebelumnya Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata/Porapar), Bukhari sebagai Kepala Dinas Pertanahan (sebelumnya Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan), dan Ibrahim menjadi Kepala Dinsos (sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/PK).

Berikutnya, Zulkifli, S.Ag., sebagai Kepala Dinas PK (sebelumnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja/Satpol PP), Syafwal menjadi Kepala Dinas Kesehatan (sebelumnya Plt. Kadis Kesehatan), Salahuddin sebagai Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan/DKPPP (sebelumnya Kepala Bappeda), Dr. M. Irsyadi sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan (sebelumnya Kadis Perpustakaan dan Kearsispan), Syoeib menjadi Kepala Dinas Porapar (sebelumnya Kepala DLH).

Informasi terbaru diperoleh portalsatu.com/, pejabat eselon II lainnya yang dimutasi, Ridwan Jalil menjadii Staf Ahli bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan (sebelumnya Kadis Pertanahan). Sedangkan A. Haris menjadi pelaksana pada Bagian Organisasi alias “nonjob” (sebelumnya Staf Ahli bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan).

Adapun pejabat Eselon 3a yang dilantik yaitu Tuti Sekretaris Bappeda, Syahril Sekretaris Kominfo, Said Bakhtiar Sekretaris PUPR, Lasmita Sekretaris Dinas Pertanahan, Heri Maulana Sekretaris Satpol PP, Rudi Hidayat Camat Muara Dua, Yuswardi Camat Banda Sakti, Danil Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP), Tri Hariadi Sekretaris BPBD, Reza Mahnur Sekretaris DLH, dan T. Mulyadi Sekretaris Dinas Perhubungan.

Eselon 3b: Puspawati Kabid di Dinkes, Khennita Kabid Sosbud Bappeda, Nunung Kabid P2EK Bappeda, Linda Kabid DLH, Yulizar Kabid DLH, dan Rosni Kabid Dinas PK.

Baca: Akhir Jabatan Wali Kota Suaidi Yahya, Pelantikan Pejabat Malam Hari, Ini Nama-Nama yang Dilantik

[](red)