LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menandatangani petisi disodorkan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pase saat aksi damai digelar depan Kantor DPRK setempat, Senin, 1 September 2025.
Dalam petisi itu terdapat sejumlah tuntutan. Di antaranya, mendesak reformasi Polri dan copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo; menolak RUU KUHP dan penambahan lima Batalyon di Aceh; mengecam tindak kriminalitas terhadap pers.
Lalu, menolak (kenaikan) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Lhokseumawe; menolak kenaikan tunjangan DPR RI; menolak pembuatan sejarah ulang Indonesia; copot Menteri (Kebudayaan) Fadli Zon; dan mendesak pemerintah Aceh untuk segera menyelesaikan bonus atlet.
Wali Kota Sayuti menanggapi terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencapai 248 persen yang diprotes masyarakat.
“Khususnya untuk PBB di Lhokseumawe saya pastikan tidak ada kenaikan. Jadi, pertama, yang saya lakukan akan mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan sementara atau menunda pembayaran sambil mengubah aturannya. Karena wali kota tidak bisa merevisi qanun, tapi melakukannya harus bersama-sama DPRK. Artinya, sambil proses ini berjalan, saya akan membuat kebijakan untuk tidak ada kenaikan,” kata Sayuti kepada wartawan, usai aksi damai itu.
Diberitakan sebelumnya, massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pase menggelar aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Senin, 1 September 2025.
Aliansi mahasiswa tersebut terdiri dari Universitas Malikussaleh (Unimal), UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, UNIKI, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan perwakilan masyarakat.
Para mahasiswa berorasi secara bergantian di Jalan Syekh Syamsuddin As-Sumatrani depan Kantor DPRK Lhokseumawe dengan tertib. Wali kota, ketua DPRK, dan kapolres tampak hadir di tengah kerumunan massa untuk mendengarkan aspirasi disampaikan mahasiswa.
Koordinator aksi, Robet Kamid, kepada wartawan mengucapkan terima kasih kepada unsur Forkopimda Lhokseumawe yang telah memenuhi permintaan mahasiswa aksi sesuai petisi yang telah ditandatangani saat demo berakhir.
“Alhamdulillah, teman-teman semua bisa mengikuti aksi secara tertib, dan damai. Karena sebelum melakukan pergerakan massa ini, kami juga menginstruksikan kepada seluruh aliansi mahasiswa dan masyarakat, kita tetap menyampaikan aspirasi dengan baik. Intinya, demo yang kita gerakkan ini tidak terprovokasi dari pihak manapun,” kata Robet.
Baca juga: Aksi Demo Mahasiswa di DPRK Lhokseumawe Tertib, Wali Kota Teken Petisi.[]





