SIGLI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh terkesan tidak terbuka soal data perincian pembangunan 238 rumah layak huni untuk kaum dhuafa di Kabupaten Pidie bersumber dari APBA 2019. Pasalnya, hingga menjelang berakhirnya tahun anggaran, baru satu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Perkim Aceh yang menyerahkan data kepada Dinas Perkim Pidie.
Informasi dihimpun portalsatu.com/, pembangunan rumah layak huni di Pidie yang pagu per unitnya Rp85 juta, dikendalikan Dinas Perkim Aceh melalui dua PPTK.
Kabid Perumahan dan Penataan Bangunan Dinas Perkim Pidie, Razali, kepada portalsatu.com/, Senin, 9 Desember, mengaku pihaknya tidak tahu pasti jumlah rumah layak huni dibangun Dinas Perkim Aceh di kabupaten ini. Sebab, tidak ada koordinasi pihak Dinas Perkim Aceh dengan Dinas Perkim Pidie.
“Mereka petugas Perkim Provinsi tidak pernah koordinasi tentang data dan jumlah rumah layak huni yang dibangun tahun 2019 ini di Pidie,” kata Razali
Razali mengaku pernah meminta data ke Perkim Aceh, tapi tidak diberikan. Baru beberapa hari lalu, kata dia, PPTK atas nama Fahrul Rozi menyerahkan data pembangunan rumah di Pidie yang jumlahnya 98 unit.
“Kita tahu ada dua PPTK yang menangani rumah di Pidie, yaitu Fahrul Rozi dan Indra. Tapi hanya dari Fahrul Rozi yang kita tahu data jumlah dan penerimanya. Sedangkan data dari (PPTK) Indra tidak ada sama kita,” imbuh Razali.
Fahrul Rozi kepada portalsatu.com/, Senin, 9 Desember 2019, melalui telepon seluler mengaku pembangunan rumah layak huni di Pidie tahun 2019 dalam proses pembangunan di lapangan.
Menurutnya, ada dua PPTK rumah layak huni di Pidie. Selain dirinya yang menangani 98 rumah, ada satu lagi PPTK. “Kalau di bawah kendali saya ada 98 unit dan datanya sudah ada sama Pak Razali Perkim Pidie, ” jelasnya.
Dia mengaku akan terus memacu pekerjaan di lapangan agar rumah bisa siap tepat waktu untuk dinikmati penerima manfaat.
Sedangkan PPTK lain, Indra, dihubungi hari yang sama, mengaku ada 140 rumah di bawah kendalinya. Namun dia enggan memberikan data jumlah dan nama penerima bantuan itu kepada portalsatu.com/ dengan alasan belum kenal.
“Ada 140 unit di Pidie yang kita bangun tahun ini. Mengenai data tidak bisa kita berikan, apalagi kita belum kenal. Datang saja ke kantor biar bisa kita jelaskan,” ucap Indra.[]




