LHOKSEUMAWE Pengusaha asal Aceh, Andi Firdaus, menyebutkan peran Pemerintah Aceh hingga kini belum maksimal dalam memajukan pelabuhan internasional Samudera Pase, Krueng Geukueh, Aceh Utara. Dia menilai Pemerintah Aceh juga tidak serius mendukung petani dan pengusaha terutama dalam sektor pemasaran.
“Selama ini, petani dan pengusaha lokal jalan sendiri-sendiri dan bahkan para pengusaha tersebut mencari sendiri pembelinya, kata Andi kepada Portalsatu.com, Kamis, 21 Januari 2016.
Andi menambahkan hingga kini peran Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Aceh belum bisa memberikan peranan besar dalam melakukan perdagangan hasil Aceh. Menurutnya selama ini peran mereka masih terlihat lemah.
Andi mengatakan komoditi di Aceh banyak yang bisa dijadikan unggulan untuk di ekspor seperti kopi, pinang, kakao, sawit, dan kelapa. Namun pemerintah tidak mampu mengorganisir komoditi-komoditi unggulan itu sehingga dimanfaatkan oleh pengusaha lain di luar Aceh.
Dia menilai sudah seharusnya pemerintah melakukan sebuah terobosan untuk mengorganisir semua komoditi Aceh. Kalau itu dilakukan dengan baik oleh pemerintah, maka kata Andi, masyarakat tidak perlu berjalan sendiri-sendiri.
Jangan udah tanam sendiri, promosi sendiri, kemudian jual sendiri, kalau ada untung ya untung atau sebaliknya, intinya peran pemerintah tidak ada sama sekali, kata Andi.[](bna)


