BANDA ACEH – Pemerintah berencana menghidupkan kembali potensi 20.000 hektare (ha) lahan budi daya udang di Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini mayoritas terbengkalai atau baru diberdayakan secara semi intensif dan tradisional.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, mengatakan pengembangan budi daya udang di Kabupaten Aceh Tamiang akan berfokus pada jenis udang vaname.
“[Di Aceh Tamiang] tambak udang ada tapi hampir semua mangkrak, tidak dikelola dengan baik. Ini kan potensi yang luar biasa bagus,” ujarnya, 5 Agustus 2019.
Tahap awal, akan ada kerja sama antara Balai Layanan Usaha dan Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang dengan Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang untuk penerapan, pengembangan, dan pendampingan teknologi budi daya udang vaname.
Kepala Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Safuan, menjelaskan dari 20.000 ha lahan budi daya udang yang ada di daerahnya saat ini baru 2.000 ha—4.000 ha yang sudah diberdayakan secara intensif. Selain itu, ada 8.000 ha diberdayakan secara semi intensif dan sisanya tradisional atau mangkrak.
Dia menyebutkan, proyek percontohan akan dimulai dengan memanfaatkan 10 ha lahan budi daya udang yang saat ini diberdayakan secara tradisional atau semi intensif.
“Dalam kerja sama dengan Karawang ini kita coba 10 ha yang pertama, tenaga ahlinya dari BLUPPN Karawang. Kita desain sedemikian rupa mengikuti standar sesuai aturan,” ujarnya.
Reporter: Juli Etha Ramaida Manalu.[]Sumber: bisnis.com



