BANDA ACEH – Pemerintah diminta untuk membuat seminar internasional mengenai penetapan titik nol Islam Nusantara di Barus. Seminar ini harus menghadirkan berbagai kalangan agar bisa mengupas tuntas mengenai Islam di Barus.
Demikian disampaikan Ketua Peusaba, Mawardi Usman, melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Kamis, 27 April 2017.
“Sampai sekarang belum jelas asal mula penetapan Islam di Barus,” ujar Mawardi.
Sementara dalam Seminar Masuknya Islam di Medan, Sumatera, Utara, pada 1963, telah menetapkan Aceh sebagai titik awal masuk Islam yang dibawa ulama dari Mekkah. Kemudian, kata dia, penetapan tersebut diperkuat dalam seminar 1984 yang menyimpulkan Islam pertama masuk ke Peureulak.
“Kalau sekarang titik nol beralih ke Barus dipertanyakan atas dasar apa, maka lebih bijaksana diadakan seminar internasional saja dengan menghadirkan ilmuwan besar, dan kita semua pihak harus berjiwa besar menerima hasil seminar apapun hasilnya apakah itu Barus, Peurelak atau Lamuri atau Jeumpa atau yang lainnya,” katanya.
Menurutnya hal ini penting agar pemerintah juga harus menghargai pendidikan yaitu dengan melibatkan pakar yang berkompeten. “Dimana mereka telah melalui proses belajar hingga menjadi alhli atau pakar,” ujarnya.[]

