BANDA ACEH – Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Nurmaida Atmaja berharap Pemerintah Aceh memanggil dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang terlibat terkait permasalahan antara seniman seni rupa dengan manajeman UPTD Taman Budaya Banda Aceh.

“Saya mau pemerintah itu memanggil, khususnya kami di Dewan Kesenian Aceh, kepala Taman Budaya, dinas (terkait) juga dipanggil, kita duduklah bersama,” kata Nurmaida, Kamis, 27 April 2017.

Nurmaida menilai pihak yang menerima uang sewa Gedung Taman Budaya tidak pernah melihat bagaimana kondisi di lapangan, termasuk kejadian beberapa hari lalu.

“Selama ini untuk sewa gedung diterima, dia harus panggil. Karena mereka tidak pernah turun di lapangan, tidak pernah melihat kondisi di lapangan itu bagaimana,” kata Nurmaida.

Para seniman seni rupa telah menggelar aksi protes dengan membakar lukisan mereka di halaman gedung Taman Budaya itu, Selasa lalu. Namun, kata Nurmaida, pihak pemerintah khususnya pengelola gedung tersebut belum memberikan penjelasan kepada mereka.

“Jangan dibiarkan begini, ini kan (berita) media juga sudah ramai di mana-mana, tetapi saya tengok tidak ada tanggapan dari pemerintah khususnya, juga sama orang yang satu pintu itu (dinas/badan yang membidangi pelayanan perizinan terpadu satu pintu),” katanya.

“Ya ini yang membuat mungkin seniman tambah marah. Kemarin itu mereka memang merasa terhina sekali. Jangankan mereka, saya juga merasa sedih sekali,” kata Nurmaida lagi.

Nurmaida menyayangkan pihak pengelola Gedung Taman Budaya yang tidak menjawab telpon mereka. “Saya tidak tahu mau bilang apa, Pak Subur ditelpon berapa orang, tidak mau angkat telpon, ini yang membuat kami kecewa. Kenapa meski takut,” ia mempertanyakan.

“Katanya dia tidak tahu menahu tentang sewa menyewa gedung itu ditangani sama orang satu pintu, tetapi biaya kebersihan diambil, dikutip sama yang penyewa gedung. Dari mana tidak tahunya? Kalau memang benar-benar tidak tahu itu memang urusan satu pintu, dia juga tidak tahu tidak mengambil dana kebersihan, karena dia tidak tahu kan,” kata dia lagi.

Terkait persoalan ini, Nurmaida melanjutkan, “Untuk pemerintah, khususnya untuk satu pintu, ini segera ditindaklanjuti. Jangan terus menerus seperti ini kejadiannya”.[]