LHOKSEUMAWE – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara meminta mahasiswa agar cerdas menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 sehingga dapat melahirkan wakil rakyat yang kredibel dan berkualitas.
Hal itu disampaikan Komisioner KIP Aceh Utara, Muhammad Sayuni, saat menyampaikan materi kepada para mahasiswa, di Aula Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis, 20 Desember 2018.
Kursus kepemiluan mengusung tema “Peran milenial dalam menghadapi Pemilu 2019” yang diadakan Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe bekerja sama dengan KIP Aceh Utara itu, turut menghadirkan Komisioner KIP lainnya, Muhammad Usman dan Fauzan Novi. Pemateri lainnya diisi Dekan Fakultas Syariah (FS), Dr. Mahli Ismail, M.Ag., dan dua dosen FS, Dr. Danial, M.Ag., dan Dr. Nasrullah, M.A.
Muhammad Sayuni mengatakan, mahasiswa diharapkan menggunakan hak pilih secara baik pada Pemilu 2019 dan dapat menjadi subjek yang aktif memengaruhi masyarakat lainnya supaya bisa menggunakan hak pilihnya dengan cerdas. “Mahasiswa harus memanfaatkan hak pilihnya dengan baik untuk menentukan wakil rakyat dan pemimpin sesuai kriteria yang diharapkan”.
“Mahasiswa diharapkan jangan apatis. Generasi muda sudah mulai bisa tentukan hak politiknya dalam pesta demokrasi. Akan tetapi, jangan sampai terjadi menggunakan hak pilihnya dua kali saat pemilu itu berlangsung, karena apabila itu terjadi maka akan dapat dikenakan sanksi pidana. Maka hindari itu dan gunakan hak pilih sesuai ketentuan yang belaku,” kata Sayuni.
Menurut Sayuni, mahasiswa tidak hanya bisa ikut partisipasi saja saat pemilu, selain itu juga dapat melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu yaitu
petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Tujuannya untuk dapat meningkatkan ilmu khususnya dalam tahapan-tahapan kepemiluan.
“Mari menggunakan hak pilih dengan cerdas. Tentunya mahasiswa harus memerhatikan rekam jejak dari para calon dan jangan terjebak terhadap politik uang. Intinya, peran mahasiswa atau generasi muda sangat penting dalam kepemiluan, mari secara bersama-sama menyukseskan Pemilu 2019,” ujar Sayuni.
Komisioner KIP Aceh Utara, Muhammad Usman, menyebutkan, peran mahasiswa dalam menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019 dinilai sangat penting. Maka kursus kepemiluan seperti ini juga sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya memperkenalkan bagaimana tahapan-tahapan pemilu tersebut.
“Diharapkan nantinya mahasiswa bisa mendapat pengetahuan tentang tahapan pemilu, dan sekaligus menjadi mitra dalam bersosialisasi pemilu ke masyarakat. Kita sebagai penyelenggara pemilu terus melakulan sosialisasi kepada masyarakat dan khususnya generasi muda tentang kepemiluan,” ujar Usman.
Untuk itu, lanjut Usman, diharapkan minat pemilih pemula terus meningkat khususnya di Aceh Utara untuk ke depan. KIP terus mengkampanyekan kepada pemilih pemula untuk dapat menentukan hak pilihnya. “Ini juga momentum penting bagian dari pendidikan politik warga negara yang baik dengan menggunakan hak pilih”.[]




