Senin, Juni 24, 2024

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...
BerandaNewsPemimpin Perusahaan Katering...

Pemimpin Perusahaan Katering Terbesar Dunia Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat

Pemimpin perusahaan katering terbesar dunia tewas dalam kecelakaan di Sydney, Australia sebelum perayaan Tahun Baru 2018.

Reuters melansir, Senin (1/1/2018), CEO Compass Group Plc Richard Cousins meninggal setelah pesawat terbang laut yang ditumpanginya jatuh di sungai dekat Sydney. Lima orang lainnya, termasuk pilot, juga tewas.

Korban tewas lainnya adalah Emma Bowden (48), Heather Bowden (11), Edward Cousins (23), William Cousins (25), dan Gareth Morgan (44).

Media lokal Australia menyampaikan korban meninggal selain Cousins adalah dua orang anaknya, tunangannya, dan anak tunangannya. Adapun Morgan merupakan pilot yang mengemudikan pesawat tersebut.

Detektif Mark Hutchings dari Kepolisian New South Wales menyampaikan pihaknya telah menghubungi otoritas Inggris. Polisi juga bekerja sama dengan Biro Keamanan Transportasi Australia untuk menarik puing-puing pesawat dari sungai, yang tenggelam sedalam 13 meter.

Penyelidikan atas penyebab jatuhnya pesawat sudah dimulai, di mana laporan awal diharapkan dapat selesai dalam 30 hari. Otoritas setempat memperkirakan penyelidikan bisa menghabiskan waktu setahun.

Pesawat tersebut merupakan bagian dari armada Sydney Seaplanes, yang sudah beroperasi sejak 2005 dan belum pernah mengalami kecelakaan ataupun memiliki catatan kelalaian. Penerbangan pesawat terbang laut lainnya telah ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya.

Chairman Compass Paul Walsh menyatakan duka citanya terhadap peristiwa tersebut. “Kami menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga dan teman Richard. Dia dikenal dan dihormati karena rasa kemanusiaannya yang tinggi dan tegas yang telah mengubah Compass menjadi salah satu perusahaan terkemuka Inggris,” paparnya.

Cousins memimpin Compass selama lebih dari 11 tahun dan berencana turun dari jabatannya pada Maret 2018. Langkah tersebut dilakukan menyusul keputusannya berhenti dari posisi direktur independen senior di Tesco.

Di bawah kepemimpinannya, Compass menjadi salah satu perusahaan dengan performa terbaik dalam daftar Financial Times Stock Exchange (FTSE). Cousins juga didaulat sebagai salah satu CEO dengan kinerja terbaik versi Harvard Business Review.[] Sumber: bisnis.com/Reuters

Baca juga: