TAPAKTUAN – LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (Libas) meminta Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Pariwisata segera membatalkan rencana pembangunan proyek water boom di lokasi objek wisata kolam pemandian air dingin Gampông Panjupian, Kecamatan Tapaktuan.

Pasalnya, di lokasi tersebut sebelumnya telah dibangun proyek water boom melalui sumber anggaran APBK Aceh Selatan tahun 2013 menelan anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih. Namun sayangnya, proyek yang bertujuan untuk memajukan dunia pariwisata Aceh Selatan tersebut justru terbengkalai tidak dimanfaatkan sehingga sudah menjadi besi tua sekarang ini.

“Kami mendukung program Pemkab Aceh Selatan memajukan dunia pariwisata. Tapi hendaknya program yang digulirkan harus melalui kajian dan pertimbangan matang sehingga tidak terkesan menghambur hamburkan anggaran daerah,” kata Ketua LSM Libas, Mayfendri kepada di Tapaktuan Jumat, 3 Maret 2017.

Kekhawatiran pihaknya tersebut, lanjut Mayfendri, bukan tak beralasan. Sebab sudah terbukti bahwa proyek serupa yang dibangun tahun 2013 lalu menelan anggaran daerah mencapai Rp 2 miliar lebih kondisinya sekarang ini terbengkalai tidak bisa dimanfaatkan.

“Seharusnya kegagalan proyek sebelumnya harus menjadi dasar pijakan bagi pihak Pemkab Aceh Selatan untuk mengevaluasi program tersebut. Apa yang menjadi kendala atau hambatan utama sehingga proyek itu terbengkalai. Jangan-jangan di lokasi itu memang tidak strategis untuk dibangun water boom, dengan berbagai kendala seperti suplai air, jalan masuk atau sebagainya. Seharusnya kajian ilmiah lebih mendalam itu penting harus dilakukan terlebih dulu,” ungkap Mayfendri.

Namun anehnya, kata dia, persoalan proyek mangkrak yang sudah lama belum ada sebuah solusi konkret, justru secara tiba-tiba Dinas Pariwisata mencetuskan wacana ingin merealisasikan proyek baru di lokasi yang sama.

“Kalau memang berdasarkan hasil kajian lebih mendalam itu terbukti rencana pembangunan water boom tidak strategis, maka alangkah bagusnya lagi anggaran daerah yang sudah disiapkan tersebut, dialokasikan saja untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berhubung kondisi perekonomian masyarakat sekarang ini memang sedang morat-marit, karena minimnya lapangan kerja baru serta rendahnya pertumbuhan ekonomi dengan berbagai faktor,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan Halimatussakdiah yang hendak dikonfirmasi sejauh ini belum berhasil. Saat portalsatu.com mendatangi ke kantornya yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Demikian juga ketika dihubungi ke nomor ponsel pribadinya, sedang tidak aktif. Sejumlah wartawan di Aceh Selatan mengeluhkan sikap oknum pejabat tersebut yang dinilai tidak kooperatif.[]