KUTACANE – Objek wisata Water Boom di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara (Agara), kini terbengkalai. Sehingga pembangunan sejumlah fasilitas di objek wisata itu terkesan hanya menguras anggaran daerah.

Tujuan awal Pemkab Aceh Tenggara membangun sarana dan prasarana di objek wisata itu untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, melihat kondisi objek wisata tersebut sekarang, harapan menambah PAD “jauh panggang dari api”.

Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, Saleh Selian, menduga terbengkalainya objek wisata Water Boom Teger Miko karena lemahnya kinerja Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dalam memanfaatkan potensi PAD. Padahal, pembangunan fasilitas objek wisata itu telah menguras banyak anggaran daerah.

“Kami menduga proyek warter boom tersebut terkesan dipaksakan saat pembangunannya, karena ada pihak ketiga yang mau mengelolanya, sehingga kini terancam terbengkalai,” kata Saleh Selian kepada portalsatu.com/, Ahad, 4 Agustus 2024.

Saleh menduga salah satu sebab objek wisata itu terbengkalai karena ketika kolam renang diisi air tak kunjung penuh lantaran lantainya berlubang sehingga airnya meresap ke rongga-rongga bebatuan di bawah lantai keramik kolam renang itu.

Saleh juga mempertanyakan pengadaan tanah untuk pembangunan objek wisata Water Boom Teger Miko itu. “Berapa harga tanah dibeli pemerintah daerah, apakah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), dan siapa saja tim penilai. Ini perlu ditelusuri karena lokasi tanah tersebut berada di bantaran sungai atau disebut dengan istilah tanah tumbuh,” ujarnya.

“Apakah tanah tersebut bersertifikat. Jika tanah tersebut bersertifikat, tahun berapa sertifikat tanah tersebut diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Patut dicurigai penerbitan sertifikat untuk melengkapi administrasi pengadaan tanah sehingga ada dugaan kemupakatan tersebut terselubung,” kata Saleh.

Namun, kata Saleh, jika tanah tersebut tidak bersertifikat maka pengadaan lahan tidak boleh diproses, tetapi hanya bersifat ganti rugi antara Pemda dengan pihak yang mengelola bantaran sungai tersebut.

“Itu yang perlu dipertanyakan, kalau proses awalnya saja sudah tidak beres, bagaimana dengan pengelolaannya,” tambah Saleh.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Tenggara, Bakri Syahputra, mengatakan objek wisata Water Boom di Desa Teger Miko saat ini tidak difungsikan karena kondisi air masih keruh.

Soal kapan objek wisata itu akan diaktifkan kembali untuk menarik minat masyarakat berwisata ke sana yang akhirnya dapat menghasilkan PAD, Bakri mengatakan, “Insya Allah, minggu depan sudah fungsional. Kendala Sabtu dan Minggu ini hanya karena kondisi air keruh”.

Baca juga: Objek Wisata Water Boom Teger Miko Agara Terbengkalai.[](Supardi)